Kompas.com - 15/08/2017, 07:48 WIB
|
EditorEris Eka Jaya

BANDUNG, KOMPAS.com - Baru sepekan bergabung dengan Persib Bandung, striker asal Chad, Ezechiel N'Douassel mulai diterpa masalah.

Pangkal masalah itu datang dari kubu Arema FC. Manajemen Singo Edan melayangkan surat protes kepada operaror Liga 1, PT Liga Indonesia Baru (LIB), terkait keabsahan dokumen Ezechiel.

Aduan itu dilayangkan sesaat setelah kedua tim bertanding pada Sabtu (12/8/2018) lalu.

Melalui surat bernomor 006/SEKR-ARM/VII/2017 kepada PT LIB, Arema menyebut kapten timnas Chad itu belum mendapatkan status sah sebagai pemain Liga 1 karena belum memiliki International Transfer Certificate (ITC).

Pada laman FIFA TMS (Transfer Matching System), disebutkan Ezechiel masih berstatus pemain klub Israel.

Sebagai informasi, TMS adalah sistem elektronik yang diberlakukan oleh FIFA sebagai syarat wajib proses transfer pemain.

Sistem itu dirancang untuk memantau transfer internasional, pendaftaran pemain profesional antar-asosiasi dari dua negara yang berbeda.

TMS bertujuan melakukan transfer lebih cepat, mulus, dan lebih transparan. Persib pun tetap dingin menanggapi hal tersebut.

 

Media Officer Persib, Irfan Suryadiredja, menegaskan bahwa dalam proses perekrutan Ezechiel, pihaknya telah memenuhi semua prosedur sesuai dengan kebijakan FIFA dan PSSI.

"Kalau (aduan) ini sebetulnya domain Arema dengan PSSI karena yang dipertanyakan adalah TMS. Namun, pada prinsipnya, Persib itu telah memenuhi atau melaksanakan prosedur dan kebijakan PSSI pusat terkait FIFA TMS ini. Pemain ini dapat pengesahan dari PT LIB, jadi secara sah kami mainkan," tutur Irfan, Senin (14/8/2017) sore.

Irfan menjelaskan bahwa Ezechiel direkrut dalam status bebas transfer. Dia mengatakan, Ezechiel telah keluar dari klub terakhirnya pada 15 Maret 2017.

Irfan menambahkan, Persib pun tak akan gegabah memasukkan Ezechiel dalam susunan pemain jika PT LIB belum memberi sinyal.

"Kemarin itu, ketika sudah disahkan, dimasukkan di DSP (daftar susunan pemain) sebagai pemain cadangan. Kalau belum disahkan, kami juga belum berani menurunkan," ujarnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.