PSIS Akan Pakai Stadion Kebundalem Kendal bila Jatidiri Diperbaiki

Kompas.com - 25/07/2017, 15:26 WIB
Yoyok Sukawi  saat meninjau lapangan sepakbola Kebundalem Kendal. Kompas.Com /Slamet Priyatin Yoyok Sukawi saat meninjau lapangan sepakbola Kebundalem Kendal.
|
EditorAloysius Gonsaga AE

KENDAL, KOMPAS.com - PSIS Semarang akan menggunakan Stadion Utama Kebundalem Kendal, Jawa Tengah. Opsi ini dipilih bila Stadion Jatidiri Semarang diperbaiki.

PSIS mengambil langkah ini karena Kabupaten Kendal bersebelahan dengan kota Semarang. Apalagi, Stadion Kebundalem layak digunakan untuk menggelar pertandingan.

Chief Executive Officer PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, mengatakan bahwa saat ini baru tribune belakang gawang yang sedang direnovasi. Dengan demikian, Stadion Jatidiri masih bisa digunakan untuk menjamu lawan.

"Kami baru akan pindah setelan lapangannya di-buldozer. Kalau belum dan tidak membahayakan penonton, kami tetap memakainya,” kata Yoyok.

Yoyok menambahkan, kekurangan Stadion Kebundalem hanya pada lampu penerangan. Sebab, stadion kebanggaan masyarakat Kendal itu belum dipasang lampu sehingga tidak bisa digunakan untuk pertandingan malam hari.

"Nanti kami minta ke PSSI, agar pertandingannya sore hari," ujar Yoyok, yang mengaku belum tahu kapan lapangan sepak bola Jatidiri diperbaiki.

Terkait dengan hal itu, kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kendal, Tavip Purnomo, mengatakan bahwa tidak mempersoalkan bila lapangan sepak bola Kebundalem digunakan oleh PSIS. Pihaknya malah senang, karena Kendal bisa dikenal.

"Tetapi semua tergantung bupati. Kalau bupati mengizinkan, kami tetap mengizinkan," kata Tavip.

Menurut Tavip, Stadion Kebundalem bisa menampung sekitar 25.000 penonton. Namun dirinya mengkhawatirkan bila terjadi kerusuhan. Sebab letak stadion tersebut dekat dengan perkampungan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X