Kompas.com - 29/06/2017, 09:34 WIB
Pelatih tim nasional Jerman, Joachim Loew, bertepuk tangan dalam pertandingan terakhir penyisihan Grup B Piala Konfederasi 2017 melawan Kamerun di Fisht Stadium Stadium, Sochi, pada 25 Juni 2017.  
Yuri CORTEZ / AFPPelatih tim nasional Jerman, Joachim Loew, bertepuk tangan dalam pertandingan terakhir penyisihan Grup B Piala Konfederasi 2017 melawan Kamerun di Fisht Stadium Stadium, Sochi, pada 25 Juni 2017.
|
EditorJalu Wisnu Wirajati

KOMPAS.com - Pelatih tim nasional (timnas) Jerman, Joachim Loew, melihat latihan penalti terkadang menjadi sesuatu yang mubazir.

Pendapat tersebut dilontarkan Loew menjelang duel antara Jerman dan Meksiko pada partai semifinal Piala Konfederasi 2017 di Stadion Fisht Olympic.

Mengingat turnamen sudah memasuki fase gugur, Loew mendapatkan pertanyaan terkait kemungkinan timnya berlatih adu penalti. Terlebih lagi, dia membawa banyak pemain "hijau" di skuad karena ketidakhadiran sejumlah anggota senior.

Sosok berusia 57 tahun itu menjawab, "Saya tidak mengetahui apakah kami akan mengasah adu penalti atau tidak."

Baca: Perlukah Liverpool Hamburkan Uang demi Berlari 34 Km Per Jam?

Buat Loew, latihan "tos-tosan" memang tidak menjadi urgensi. Sebab, menurut dia, kemenangan dalam duel titik putih bukan ditentukan oleh kualitas teknik.

"Kadang-kadang, terlalu banyak latihan penalti malah tidak bagus. Situasi berbeda ketika memasuki pertandingan. Anda harus melihat siapa yang masih berada di lapangan dan cukup berani untuk mengambil tugas," ujar Loew.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagai contoh, sang juru taktik menunjuk kemenangan Jerman atas Italia pada babak perempat final Piala Eropa 2016.

Ketika itu, Loew telanjur menarik keluar Mario Gomez. Pemilik nama terakhir memiliki rapor kesuksesan mencapai 72 persen dalam hal penalti waktu normal.

"Kami tidak memiliki penendang terbaik saat itu. Sebaliknya, Italia memasukkan pemain yang diharapkan bisa menjadi pencetak gol sebelum laga berakhir," ucap Loew merujuk kegagalan Simone Zaza seagai eksekutor Italia.

Jerman menang dengan skor 7-6 saat itu. Eksekutor sukses mereka meliputi Toni Kroos, Mats Hummles, Jerome Boateng, Jonas Hector, Julian Draxler, dan Joshua Kimmich. Tiga nama yang disebutkan terakhir, masuk daftar skuad Jerman untuk Piala Konfederasi 2017.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber FIFA
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadwal Siaran Langsung Piala AFF 2020: Laga Perdana Indonesia Melawan Kamboja

Jadwal Siaran Langsung Piala AFF 2020: Laga Perdana Indonesia Melawan Kamboja

Liga Indonesia
Thomas Mueller, bak Kryptonite bagi Barcelona

Thomas Mueller, bak Kryptonite bagi Barcelona

Sports
Ketum PSSI Berterima Kasih kepada Menpora Zainudin Amali

Ketum PSSI Berterima Kasih kepada Menpora Zainudin Amali

Liga Indonesia
Link Live Streaming Indonesia Vs Kamboja Piala AFF Hari Ini, Waspada Garuda!

Link Live Streaming Indonesia Vs Kamboja Piala AFF Hari Ini, Waspada Garuda!

Liga Indonesia
Xavi Sebut Tujuan Barcelona Juara Liga Champions

Xavi Sebut Tujuan Barcelona Juara Liga Champions

Liga Champions
Skuad Myanmar di Piala AFF 2020

Skuad Myanmar di Piala AFF 2020

Sports
Bendera Merah Putih Dilarang Berkibar di Piala AFF 2020, Ini Penggantinya

Bendera Merah Putih Dilarang Berkibar di Piala AFF 2020, Ini Penggantinya

Liga Indonesia
Peningkatan Agresivitas di Paruh Kedua, Jadi Kunci Kemenangan Persebaya atas Persib

Peningkatan Agresivitas di Paruh Kedua, Jadi Kunci Kemenangan Persebaya atas Persib

Liga Indonesia
Mbappe Sebut Lionel Messi Pemain Terbaik Dunia

Mbappe Sebut Lionel Messi Pemain Terbaik Dunia

Liga Champions
Jelang Undian Babak 16 Besar Liga Champions: Duel Messi Vs Ronaldo Lagi?

Jelang Undian Babak 16 Besar Liga Champions: Duel Messi Vs Ronaldo Lagi?

Sports
Jadi Bintang Kemenangan Persebaya atas Persib, Marukawa Enggan Jemawa

Jadi Bintang Kemenangan Persebaya atas Persib, Marukawa Enggan Jemawa

Liga Indonesia
Deja Vu Blaugrana dan Xavi Usai Gagal Melaju ke 16 Besar Liga Champions

Deja Vu Blaugrana dan Xavi Usai Gagal Melaju ke 16 Besar Liga Champions

Liga Champions
Profil Zidane Iqbal, Pengukir Catatan Bersejarah bagi Man United di Liga Champions

Profil Zidane Iqbal, Pengukir Catatan Bersejarah bagi Man United di Liga Champions

Sports
Jadwal Liga 1 2020: Persikabo Vs Persiraja, Bali United Vs Madura United

Jadwal Liga 1 2020: Persikabo Vs Persiraja, Bali United Vs Madura United

Liga Indonesia
Kunci Keberhasilan Persebaya Tak Terkalahkan dalam 10 Laga Beruntun

Kunci Keberhasilan Persebaya Tak Terkalahkan dalam 10 Laga Beruntun

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.