Kompas.com - 22/06/2017, 18:43 WIB
Bejo Sugiantoro saat mendampingi timnya dalam lanjutan Liga 2 Persik Kediri melawan PSBK Blitar yang berakhir dengan skor akhir 3-2 di Stadion Brawijaya Kediri, Jawa Timur (16/5/2017) Selasa sore. JUARA.net/Suci RahayuBejo Sugiantoro saat mendampingi timnya dalam lanjutan Liga 2 Persik Kediri melawan PSBK Blitar yang berakhir dengan skor akhir 3-2 di Stadion Brawijaya Kediri, Jawa Timur (16/5/2017) Selasa sore.
EditorAloysius Gonsaga AE

KOMPAS.com - Persik Kediri menutup bulan Ramadhan dengan menggelar laga uji coba melawan PSBI Blitar di Stadion Brawijaya, Kediri, pada Rabu (21/6/2017) malam. Dihadiri oleh puluhan ribu suporter fanatik, Persik justru ditahan imbang tanpa gol oleh lawannya.

Hasil tersebut membuat Macan Putih resmi tanpa kemenangan dari tiga laga uji coba selama bulan Ramadhan.

Pada uji coba pertama, Persik menelan kekalahan dari Madiun Putera dengan skor 1-2. Selanjutnya, Persik bermain imbang tanpa gol melawan Persebaya.

Meski tidak mampu meraih kemenangan pada tiga uji coba terakhir, Persik mengaku tidak perlu panik.

Pelatih Bejo Sugiantoro mengatakan bahwa tiga laga uji coba yang digelar memang tidak memburu hasil akhir dan mencari kemenangan. Ada hal lain yang dirasa lebih penting.

“Saya tidak terlalu memikirkan hal tersebut. Target kami adalah kompetisi resmi di Liga 2. Uji coba ini hanya menambah menit bermain para pemain. Hari ini, kami juga tidak tampil dengan komposisi terbaik,” ucap Bejo.

Pada laga melawan PSBI, Persik memang tidak menurunkan susunan pemain terbaiknya.

Tidak ada nama Abdul Rahman Abanda, Arif Yanggi, dan Sendi Pratama yang biasanya tampil sebagai pemain utama. Bejo menurunkan banyak pemain cadangan.

“Kami banyak menampilkan pemain yang tidak pernah bermain. Uji coba ini memang bertujuan untuk mengasah mental tanding pemain yang selama ini tidak tampil. Saya merasa cukup puas dengan apa yang sudah dicapai,” kata Bejo.

Sebenarnya, Persik bisa saja mengakhiri uji coba melawan PSBI dengan kemenangan.

Tim pengoleksi dua gelar juata Liga Indonesia ini mendapatkan tendangan penalti dari wasit.

Namun, pemain yang ditunjuk sebagai eksekutor justru gagal menjalankan tugasnya dengan baik.

“Kami mendapatkan peluang dari tendangan penalti, namun gagal menjadi gol. Yusuf Fuad pemain muda asli Kediri. Saya memaklumi apa yang terjadi. Mungkin dia tertekan dengan situasi pertandingan dan banyaknya suporter. Hal ini menjadi pengalaman untuk dia,” ucap legenda Persebaya ini.



Sumber JUARA
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X