Kompas.com - 11/06/2017, 09:25 WIB
Bek Inggris, Gary Cahill, menyundul bola dalam kawalan ketat bek Slovakia, Tomas Hubocan (tengah), dan Martin Skrtel (tengah kanan) pada pertandingan Grup B Piala Eropa 2016 di Stadion Geoffroy-Guichard, Saint-Etienne, Senin (20/6/2016). Joe KLAMAR / AFPBek Inggris, Gary Cahill, menyundul bola dalam kawalan ketat bek Slovakia, Tomas Hubocan (tengah), dan Martin Skrtel (tengah kanan) pada pertandingan Grup B Piala Eropa 2016 di Stadion Geoffroy-Guichard, Saint-Etienne, Senin (20/6/2016).
|
EditorEris Eka Jaya

KOMPAS.com - Bek tengah tim nasional Inggris, Gary Cahill, mengaku kecewa karena timnya hanya bermain imbang, bahkan nyaris kalah, saat melawan Skotlandia.

Hal itu dia ungkapkan setelah The Three Lions, julukan Inggris, ditahan imbang dengan skor 2-2 oleh Skotlandia pada laga Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2018, Sabtu (10/6/2017).

Sebelumnya, Inggris unggul terlebih dahulu via gol Alex Oxlade-Chamberlain pada menit ke- 70. Namun, gol itu dibalas oleh tim lawan lewat lesakan dua gol Leigh Griffiths (87' dan 90').

Beruntung, sang kapten, Harry Kane, muncul sebagai pahlawan berkat golnya pada masa injury time.

Terkait laga itu, Cahill mengatakan bahwa hasil tersebut tidak ideal bagi Inggris, mengingat sebenarnya mereka mengendalikan jalannya pertandingan.

"Ini adalah enam menit terakhir yang gila dan jelas itu tidak ideal untuk kami," kata Cahill kepada BBC Radio 5.

"Dengan jumlah penguasaan bola yang kami miliki, permainan seharusnya kami menangi," kata bek yang bermain untuk Chelsea itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Southgate: Kami Kendalikan Permainan, Inggris Mestinya Bisa Menang 

Cahill pun mengaku kecewa karena sebenarnya The Three Lions menargetkan poin penuh dalam laga itu.

Namun, dia pun memuji perjuangan tim yang bermain mati-matian saat dalam keadaan tertinggal.

"Saya kecewa, tetapi penting kami memiliki sikap (respons) yang baik. Ada dua tendangan bebas yang dieksekusi dengan brilian (oleh Griffiths)," ucapnya. 

"Namun, Inggris datang ke sini untuk mendapatkan tiga poin dan mungkin kekurangan kreativitas dari keseluruhan tim. Kami seharusnya tidak pernah masuk ke posisi itu dengan jumlah kualitas di pihak kami," kata Cahill.

Hasil ini tidak mengubah posisi Inggris dari puncak klasemen dengan koleksi 14 poin dari enam laga. Mereka unggul tiga angka atas Slovenia, yang menang 2-0 atas Malta pada waktu serupa.

Adapun Skotlandia terbenam di posisi keempat dengan delapan angka. Ini juga tidak lepas dari dua kekalahan beruntun yang dialami mereka pada Oktober dan November 2016.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X