Kompas.com - 11/06/2017, 06:06 WIB
Striker timnas Inggris, Harry Kane, mengontrol bola saat melawan Skotlandia pada partai Kualifikasi Piala Dunia zona Eropa Grup F di Hampden Park, Sabtu (10/6/2017). PAUL ELLIS/AFPStriker timnas Inggris, Harry Kane, mengontrol bola saat melawan Skotlandia pada partai Kualifikasi Piala Dunia zona Eropa Grup F di Hampden Park, Sabtu (10/6/2017).
|
EditorJalu Wisnu Wirajati

GLASGOW, KOMPAS.com - Striker tim nasional (timnas) Inggris, Harry Kane, merasa senang dengan hasil imbang 2-2 dengan Skotlandia pada partai Kualifikasi Piala Dunia zona Eropa Grup F di Hampden Park, Sabtu (10/6/2017).

Dalam pertandingan tersebut, Inggris sempat tertinggal 1-2 hingga masa injury time. Untung buat mereka, Harry Kane selaku kapten, mengubah skor melalui lesakannya.

Buat Kane, lesakan tersebut tidak cuma menyelamatkan Inggris dari kekalahan, tetapi juga mengakhiri periode paceklik berdurasi 575 menit bersama timnas.

"Ini adalah hari spesial karena kami tertinggal 1-2 saat waktu normal berakhir. Anda harus mengharapkan sesuatu yang di luar dugaan," ucap Kane.

"Saya coba menggunakan kaki bagian luar untuk menembak bola ke gawang," tutur dia soal golnya.

Baca: Selebrasi Keberagaman ala Bali United Terdengar hingga Amerika Serikat

PAUL ELLIS/AFP Para pemain Inggris merayakan gol Harry Kane ke gawang Skotlandia pada partai Kualifikasi Piala Dunia zona Eropa Grup F di Hampden Park, Sabtu (10/6/2017).

Terasa lebih spesial lagi lantaran dalam pertandingan ini, Kane didaulat sebagai kapten tim. Wayne Rooney yang notabene pemimpin resmi, tidak dipanggil oleh pelatih Gareth Southgate.

Menilik hasil akhir, Kane dan rekan-rekan setimnya pantas merasa kurang puas. Mereka gagal mencatatkan empat kemenangan beruntun atas Skotlandia seperti pada 1954.

Kegagalan tersebut masih dimaklumi oleh Kane karena tim beralias The Three Lions telah menunjukkan semangat pantang menyerah di stadion yang menyulitkan.

"Satu poin tandang cukup bagus. Skotlandia merupakan tempat yang tidak mudah untuk dikunjungi," kata Kane.

Hasil ini tidak mengubah posisi Inggris dari puncak klasemen dengan koleksi 14 poin dari enam laga. Mereka unggul tiga angka atas Slovenia, yang menang 2-0 atas Malta pada waktu serupa.

Adapun Skotlandia terbenam di posisi keempat dengan delapan angka. Ini juga tidak lepas dari dua kekalahan beruntun yang dialami mereka pada Oktober dan November 2016.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X