Antusiasme dan Ajakan Bangkit dari Spalletti kepada Inter Milan

Kompas.com - 10/06/2017, 09:37 WIB
Pelatih AS Roma, Luciano Spalletti, melakoni jumpa pers menjelang laga kontra Real Madrid pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Stadion Olimpico, Rabu (17/2/2016). ALBERTO PIZZOLI/AFPPelatih AS Roma, Luciano Spalletti, melakoni jumpa pers menjelang laga kontra Real Madrid pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Stadion Olimpico, Rabu (17/2/2016).
|
EditorEris Eka Jaya

MILAN, KOMPAS.com - Luciano Spalletti (58) resmi diangkat sebagai pelatih Inter Milan. Ia langsung mengajak I Nerazzurri (Hitam-Biru) berdamai dengan sejarah dan bangkit dari keterpurukan.

Luciano Spalletti menjalani jumpa pers perdana sebagai pelatih Inter Milan pada Jumat (9/6/2017). Eks pelatih AS Roma itu meneken kontrak dua tahun di Nerazzurri.

Apa yang dirasakan Spalletti pertama kali sejak dikonfirmasikan menukangi Inter?

"Saya tiba dengan antusiasme tinggi menghadapi tantangan di Inter. Kami harus siap secepat mungkin untuk bersaing dengan klub-klub yang melebarkan jarak dari kami pada musim kemarin," ucapnya di Premium Sport.

Inter hanya menempati peringkat ketujuh di klasemen akhir Serie A 2016-2017. Tim Hitam-Biru pun gagal lolos ke kompetisi antarklub Eropa musim depan.

Sesuai opini Spalletti, Inter tidak semestinya terus mengalami penurunan mengingat mereka punya rekam sejarah yang gemilang sebagai salah satu klub besar Italia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami harus segera kuat dan siap. Jelas bahwa kami mesti bekerja keras. Ada beberapa hal yang harus dibereskan. Kami harus berkembang dan menyesuaikan hasil di lapangan dengan sejarah klub ini," ujar Spalletti.

Sebelum berlabuh di Inter, Spalletti identik dengan Roma. Ia memoles klub ibu kota itu dalam dua periode, yakni pada 2005-2009 dan 2016-2017. 

Baca juga: Resmi, Spalletti Ditunjuk Menjadi Pelatih Baru Inter Milan

Pencapaian terbaiknya ialah membawa Roma juara Coppa Italia (2006-2007, 2007-2008), Piala Super Italia (2007), serta runner-up Serie A (2016-2017, 2007-2008, 2006-2007, dan 2005-2006).

Spalletti menyadari kehadirannya di Inter bakal disertai ekspektasi lebih tinggi soal prestasi yang ditargetkan klub itu.

"Mendapatkan dukungan dan afeksi dari jutaan fans Inter bisa diartikan sebagai beban, tetapi kami harus menjadikannya motivasi atau sebuah sumber energi baru untuk diwujudkan di lapangan," katanya. (Beri Bagja)



Sumber JUARA
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X