Jelang Final Liga Champions, Rekor Minus Higuain di Partai Puncak

Kompas.com - 03/06/2017, 08:48 WIB
Striker Juventus, Gonzalo Higuain, merayakan gol ke gawang Lazio dalam lanjutan Serie A, di Stadion Juventus, Minggu (22/1/2017). MARCO BERTORELLO/AFPStriker Juventus, Gonzalo Higuain, merayakan gol ke gawang Lazio dalam lanjutan Serie A, di Stadion Juventus, Minggu (22/1/2017).
EditorJalu Wisnu Wirajati

CARDIFF, KOMPAS.com - Gonzalo Higuain punya rekor minor ketika timnya berlaga pada partai final. Striker Juventus itu belum sekali pun mencetak gol pada partai puncak bersama Real Madrid, Napoli, maupun timnya saat ini.

Higuain punya hasrat besar untuk mengangkat trofi Si Kuping Besar pada final Liga Champions 2016-2017. Namun, striker Juventus itu dibayangi dengan sejumlah kegagalan pada partai puncak.

Pertandingan final antara Juventus dan Real Madrid bakal berlangsung emosional bagi Higuain. Selain punya hasrat besar untuk menjadi juara, dia juga untuk kali pertama menghadapi mantan klubnya.

Higuain membela Real Madrid antara 2007 dan 2013. Gelar juara liga dan Copa del Rey alias Piala Raja pernah diraihnya. Pada final 2010-2011, Real Madrid menang 1-0 atas Barcelona berkat gol Cristiano Ronaldo.

Satu yang alpa diraih bersama klub raksasa Spanyol tersebut adalah trofi Liga Champions.

Nahas bagi Higuain, pada musim pertamanya meninggalkan Stadion Santiago Bernabeu dan bergabung ke Napoli, Real Madrid meraih gelar ke-10 Liga Champions pada musim 2013-2014.

Melihat mantan rekan-rekannya mengangkat trofi Liga Champions, perasaan Higuain mungkin campur aduk antara gembira dan sedih. Namun, dia mencoba menghibur diri bahwa putusan pindah ke Napoli adalah tepat.

"Di sini, saya lebih berkembang," ujar Higuain yang mendapat "penghiburan" dengan mengantarkan Napoli menjuarai Coppa Italia.

Akan tetapi, final Coppa Italia juga menunjukkan bahwa partai puncak kurang "bersahabat" bagi Higuain. Meski Napoli juara, Higuain sebagai pencetak gol terbanyak klub musim itu, gagal mencetak gol pada laga final.

Tabu pada laga puncak terus mengikuti Higuain. Berselang dua bulan setelah final Coppa Italia, Higuain berjasa mengantarkan tim nasional Argentina ke partai final Piala Dunia 2014.

Namun, Higuain lagi-lagi tak mencetak gol. Apesnya lagi, Argentina gagal menjadi juara dunia karena kalah 0-1 dari Jerman lewat perpanjangan waktu.

Berselang satu tahun setelah kegagalan di Piala Dunia 2014, pemain kelahiran 10 Desember 1987 itu kembali merasakan partai final. Kali ini, Tim Tango diantarkannya ke partai puncak Copa America 2015.

Higuain kembali bernasib sial, Argentina kalah dari tuan rumah Cile melalui adu penalti. Dia bisa saja dijadikan kambing hitam kegagalan Argentina karena menjadi salah satu dari dua eksekutor yang gagal penalti.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X