Kompas.com - 22/05/2017, 05:38 WIB
|
EditorAloysius Gonsaga AE

LAMONGAN, KOMPAS.com – Sempat bersama Aji Santoso sejak di ASIFA (Aji Santoso international Football Academy), Saddil Ramdani memutuskan untuk bertahan di Persela Lamongan. Dia tidak mengikuti jejak sang mentor dengan menyeberang ke Arema FC.

Pertemuan historis untuk pertama kali di pentas resmi antara keduanya pun terjadi, tatkala Persela menjamu Arema FC dalam rangkaian pekan ketujuh kompetisi Liga 1 yang berlangsung di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (21/5/2017) sore.

Kebetulan, dalam laga tersebut Persela yang diperkuat Saddil mampu mengungguli Arema yang kini diarsiteki Aji Santoso, empat gol tanpa balas. Meski tidak ikut berperan dalam melesakkan gol, namun rasa bangga tetap menyelimuti Saddil selepas pertandingan.

“Sejak awal kami sudah bertekad ingin kalahkan Arema. Walaupun Arema memiliki pemain-pemain berkualitas, tapi saya yakin tim kami juga bisa mengalahkan mereka,” ucap Saddil selepas pertandingan, Minggu (21/5/2017) malam.

Dalam pertandingan tersebut, Persela mengungguli Arema berkat gol-gol yang diciptakan oleh Fahmi Al Ayyubi pada menit ke-11 dan menit ke-54, Ivan Carlos pada menit ke-30, serta Samsul Arif pada menit ke-74. Gol Samsul Arif bermula dari pergerakan Saddil yang kemudian mampu mengirim umpan bagus kepada Samsul.

 “Kami juga berusaha, berniat untuk bisa melakukan yang terbaik. Sebab dari awal, kami juga sudah bertekad ini awal dari tim kami untuk bisa bangkit, sehingga setiap pertandingan kami siapkan total di lapangan,” kata dia.

Lain Saddil, lain pula Jose Coelho yang berstatus sebagai marquee player Persela. Karena dalam pertandingan kontra Arema, untuk ketiga kalinya pemain asal Portugal tersebut dimasukan tim pelatih dari bangku cadangan.

“Sepak bola itu tim, kita lihat perkembangan. Semua pemain juga akan kita lihat perkembangannya ke depan. Kalau memang nanti pada akhir putaran pertama berakhir, saya juga akan usulkan kepada manajemen, pemain mana yang sesuai dengan pola yang ingin saya terapkan,” tutur pelatih Persela, Herry Kiswanto.

Pelatih yang akrab disapa Herkis tersebut juga menceritakan, alasan dirinya tidak memasukkan Ahmad Nur Hardianto dalam line up, meski sang pemain sudah sempat terlihat ikut berlatih beberapa hari bersama tim.

“Kemarin sudah sempat latihan dua hari. Saya juga sudah sempat tanya ke dia, 'berapa turun badan kamu? Dia jawab turun lima kilogram. Jadi saya kemudian bilang, jangan diterusin (latihan) kamu conditioning dulu, karena kamu juga akan kembali dipanggil Timnas (U-22) lagi bareng Saddil. Di situ kamu kerja keras lagi, masa depan bola kamu masih panjang dan itu yang pernah saya lakukan dulu. Jangan kamu paksakan, karena bisa rusak kamu',” ujar Herkis.

Nur Hardianto sendiri baru pulih dari cedera yang dialami, yang sempat membuatnya harus absen dari pemanggilan pemusatan latihan Timnas Indonesia U-22 dalam edisi terakhir, yang berlangsung pada awal bulan kemarin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.