Imbang Lawan Persiba Bantul, Persis Solo Sorot Kinerja Wasit

Kompas.com - 08/05/2017, 02:41 WIB
Persiba Bantul melawan Persis Solo pada laga ketiga di grup IV Liga 2 di Stadion Sultan Agung, Kabupaten Bantul, Minggu (7/5/2017). Laga itu berakhir dengan skor 1-1. KOMPAS.com/Teuku Muh Guci SPersiba Bantul melawan Persis Solo pada laga ketiga di grup IV Liga 2 di Stadion Sultan Agung, Kabupaten Bantul, Minggu (7/5/2017). Laga itu berakhir dengan skor 1-1.
|
EditorJalu Wisnu Wirajati

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Persis Solo harus puas berbagi angka 1-1 dengan Persiba Bantul pada pertandingan Liga 2 di Stadion Sultan Agung, Kabupaten Bantul, Minggu (7/5/2017).

Pelatih Persis, Widyantoro, mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit pada laga melawan Persiba. Ia menilai timnya bisa memenangi laga jika wasit memberikan penalti pada babak pertama setelah seorang pemain Persiba kedapatan hands ball ketika menyundul bola.

"Seharusnya ada (penalti) tetapi dibiarkan wasit," kata Widyantoro kepada wartawan seusai laga.

Widyantoro menilai, laga tersebut seharusnya bisa memberikan tontonan menarik jika wasit bersikap fair. Sebab, tak hanya membiarkan hands Bbll, wasit juga kerap membiarkan sejumlah pelanggaran yang terjadi.

"Kami akan protes karena ada rekaman pertandingan. Kami akan laporkan agar sepak bola di Indonesia lebih baik," kata Widyantoro seraya menyebut wasit.

Hanya, Widyantoro juga mengakui bahwa Persiba bermain bagus pada laga tersebut. Terbukti, timnya yang sudah unggul 1-0 kecolongan pada menit-menit akhir babak pertama. Target kemenangan pada laga ketiga Grup IV Liga 2 itu pun akhirnya pupus.

"Untuk kekurangan, nanti kami akan evaluasi. Memang golnya (Persiba) bagus dan cantik. Kami kecolongan dari serangan balik," ujar Widyantoro.

Pelatih Persiba, Purwanto, mengaku puas dengan hasil seri. Alasannya, timnya mampu mengimbangi lawan yang berisi pemain dengan kualitas, pengalaman, dan jam terbang lebih baik.

"Persis tim bagus yang pemainnya banyak bekas Liga 1," kata Purwanto.

Gol Persis, kata Purwanto, menunjukkan kualitas dan kelas para pemainnya. Ia menilai, pemain Persis berhasil memanfaatkan kelemahan timnya ketika sedang menyerang.

"Saat transisi, kami salah. Ketika menyerang, kami kurang bertahan," ujar Purwanto.

Dia mengaku akan terus mengevaluasi Persiba meski sudah terdapat kemajuan. Satu di antaranya kokohnya barisan pertahanan dengan menggunakan tiga pemain bertahan.

"Laga ini jadi pembelajaran. Mempersiapkan tim yang belum matang ya seperti ini," ujar Purwanto. 



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X