Kompas.com - 07/05/2017, 17:47 WIB
Penyerang Barcelona, Lionel Messi, merayakan golnya bersama Luis Suarez dalam pertandingan La Liga melawan Valencia pada 19 Maret 2017. LLUIS GENE / AFPPenyerang Barcelona, Lionel Messi, merayakan golnya bersama Luis Suarez dalam pertandingan La Liga melawan Valencia pada 19 Maret 2017.
|
EditorAnju Christian

KOMPAS.com - Mencetak 100 gol dalam satu musim kompetisi La Liga - kasta teratas Liga Spanyol - bukanlah sesuatu yang baru buat Barcelona.

Capaian serupa sudah ditorehkan tim beralias La Blaugrana enam musim secara beruntun atau sejak 2011-2012.

Lima tahun lalu, saat kendali kepelatihan dipegang Josep Guardiola, mereka merangkum 114 gol dari 38 pertandingan liga. Ketika itu, Barcelona masih kalah tajam dari Real Madrid, yang mencetak 121 lesakan.

Sejak itu pula, Barcelona dan Real Madrid selalu membukukan 100 gol atau lebih di La Liga.

Barcelona sempat mengungguli produktivitas rivalnya pada musim 2012-2013 dan 2015-2016. Dalam dua edisi tersebut, La Blaugrana turut merebut titel juara.

Musim ini, Barcelona memastikan kontinuitas tren 100 gol saat kompetisi menyisakan dua pekan. Ditambah empat lesakan ke gawang Villarreal, Sabtu (6/5/2017) anak-anak asuh Luis Enrique sudah merangkum 108 gol.

Barcelona sekaligus menjadi tim pertama yang mengumpulkan 100 gol di lima liga besar Eropa. Di bawah mereka, ada Real Madrid (96), AS Monaco (96), Napoli (81), dan Bayern Muenchen (77).

Diakui Enrique, kontinuitas tersebut tidak lepas dari komposisi lini depan yang terdiri dari Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar. Secara akumulatif, ketiganya mencetak 101 gol pada berbagai ajang musim ini.

Baca juga: Ezra Kalahkan Lilipaly di Belanda

"Beberapa tahun lalu, kami cuma memiliki satu jagoan di lini depan. Publik menilai hanya boleh ada satu predikat serupa di dalam satu tim," kata Enrique.

"Kemudian, Neymar datang dan diprediksi meningkatkan tensi. Namun, lihatlah tiga jagoan di lini depan kami saat ini. Silakan nikmati penampilan mereka," ujar sang juru taktik.

Hanya, kebahagiaan Enrique terkait ketajaman trio pemain depan dan tim secara keseluruhan bisa saja memudar apabila Barcelona gagal meraih gelar juara La Liga.

Sebab, sejarah membuktikan bahwa catatan 100 gol bukanlah jaminan gelar liga. Barcelona sempat kehilangan titel tersebut pada 2011-2012 dan 2013-2014.

Sejarah bisa terulang musim ini. Mereka memuncaki klasemen berkat keunggulan selisih gol atas Real Madrid. Namun, sang rival bisa mengudeta pos teratas apabila memenangi tiga laga tersisa, termasuk satu partai tabungan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terbang Jauh Buat Bela Arsenal, Partey Minta Maaf karena Malah Diganjar Kartu Merah

Terbang Jauh Buat Bela Arsenal, Partey Minta Maaf karena Malah Diganjar Kartu Merah

Liga Inggris
Berita Foto, Menanti Kisah Pemain-pemain Anyar Timnas Indonesia

Berita Foto, Menanti Kisah Pemain-pemain Anyar Timnas Indonesia

Liga Indonesia
Beda Klub, Beda Rasa, Egy Ceritakan Pengalaman Berkarier di FK Senica

Beda Klub, Beda Rasa, Egy Ceritakan Pengalaman Berkarier di FK Senica

Liga Indonesia
Profil Timnas Putri Thailand: Skuad dan Prestasi di Piala Asia Wanita

Profil Timnas Putri Thailand: Skuad dan Prestasi di Piala Asia Wanita

Sports
Malaysia Tak 'Curi' Ide Indonesia Saat Putuskan Tunjuk Pelatih Asal Korea Selatan

Malaysia Tak "Curi" Ide Indonesia Saat Putuskan Tunjuk Pelatih Asal Korea Selatan

Liga Indonesia
Jadwal Tes Pramusim MotoGP 2022: Kans Marc Marquez Jajal Sirkuit Mandalika

Jadwal Tes Pramusim MotoGP 2022: Kans Marc Marquez Jajal Sirkuit Mandalika

Motogp
Alfeandra Dewangga dan Berkah Dewa 19

Alfeandra Dewangga dan Berkah Dewa 19

Sports
Lee Zii Jia Akui Tertekan Dibandingkan dengan Lee Chong Wei

Lee Zii Jia Akui Tertekan Dibandingkan dengan Lee Chong Wei

Badminton
Ronaldo Terancam Absen pada Laga Man United Vs West Ham, Ada Apa?

Ronaldo Terancam Absen pada Laga Man United Vs West Ham, Ada Apa?

Liga Inggris
Lee Zii Jia Kena Hukuman 2 Tahun dari BAM, Menpora Malaysia Turun Tangan

Lee Zii Jia Kena Hukuman 2 Tahun dari BAM, Menpora Malaysia Turun Tangan

Badminton
Hasil Watford Vs Norwich, The Canaries Akhiri 840 Hari Penantian

Hasil Watford Vs Norwich, The Canaries Akhiri 840 Hari Penantian

Liga Inggris
Laporan Media Jerman: Man United Tak Percaya pada Ralf Rangnick

Laporan Media Jerman: Man United Tak Percaya pada Ralf Rangnick

Liga Indonesia
Shin Tae-yong Butuh Waktu untuk Ukur Kualitas Pemain Baru Timnas Indonesia

Shin Tae-yong Butuh Waktu untuk Ukur Kualitas Pemain Baru Timnas Indonesia

Liga Indonesia
Hasil Drawing dan Jadwal Perempat Final Copa del Rey, Real Madrid Lawan Penakluk Barca

Hasil Drawing dan Jadwal Perempat Final Copa del Rey, Real Madrid Lawan Penakluk Barca

Liga Spanyol
Kisah Perjalanan Witan Sulaeman di Eropa Berlanjut bersama FK Senica

Kisah Perjalanan Witan Sulaeman di Eropa Berlanjut bersama FK Senica

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.