Kompas.com - 07/05/2017, 14:00 WIB
Ekspresi manajer Arsenal, Arsene Wenger, saat menyaksikan penampilan timnya melawan Crystal Palace di Selhurst Park pada 10 April 2017. Crystal Palace memenangi laga dengan skor 3-0.
Glyn KIRK / AFPEkspresi manajer Arsenal, Arsene Wenger, saat menyaksikan penampilan timnya melawan Crystal Palace di Selhurst Park pada 10 April 2017. Crystal Palace memenangi laga dengan skor 3-0.
|
EditorEris Eka Jaya

KOMPAS.com - Arsenal mengalami kepahitan yang pasti setelah kalah di derbi. The Gunners masih bisa menjaga peluang menyelamatkan musim mereka sekaligus memperberat langkah Manchester United setelah datang di Emirates, Minggu (7/5/2017).

Arsenal mengalami musim terburuk sepanjang penanganan Arsene Wenger bila dikaitkan dengan kubu tetangga, Tottenham.

Kekalahan di White Hart Lane pekan lalu memastikan coreng berupa kepastian finis di bawah Spurs untuk pertama kali sejak Gunners dimanajeri Wenger.

Lebih lanjut, musim ini bisa menjadi yang termuram dua kali lipat bila Arsenal gagal menembus zona Liga Champions untuk pertama kali sejak 1996-1997, musim pertama Si Profesor di Gudang Peluru.

Sejak tiba di Inggris pada November 1996, Wenger menawarkan warna tersendiri di Premier League.

Ia membawa Arsenal menjadi salah satu penantang utama, jika bukan yang paling berat, buat Man United, yang mendominasi era baru sejak 1992-1993 itu. Jatah ke Liga Champions selalu direbut Arsenal sejak akhir 1997-1998.

Perseteruan Wenger dengan Sir Alex Ferguson akan dikenang sebagai salah satu rivalitas klasik EPL. Di tengah dominasi United, pria Perancis itu mampu menghasilkan The Invincibles, yakni Arsenal yang tak terkalahkan selama semusim.

Ferguson tak ada lagi di United. Setelah Moyes dan Louis van Gaal, kursi pelatih Red Devils kini diisi Jose Mourinho, yang juga pernah menjadi rival Fergie sekaligus Wenger saat meracik Chelsea.

LINDSEY PARNABY/AFP Reaksi pelatih Manxchester United, Jose Mourinho, saat menyaksikan timnya berlaga kontra Middlesbrough dalam laga Premier League di Stadion Riverside, Middlesbrough, Inggris, pada 19 Maret 2017.
Di tangan Mou, Man United mulai memperlihatkan kembalinya kemapanan, sesuatu yang justru memudar di Arsenal dan menempatkan Wenger dalam sorotan tajam para suporter.

Meski Mou sudah berpindah klub, perseteruan pribadi dirinya dengan Wenger berlanjut.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber JUARA
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.