Luis Milla Fokus Pecahkan Masalah Penyelesaian Akhir Timnas U-22

Kompas.com - 01/05/2017, 11:55 WIB
Pemain timnas Indonesia mendapat pengarahan pelatih timnas Indonesia, Luis Milla saat pertandingan persahabatan Indonesia melawan Myanmar di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/3/2017). Indonesia kalah 1-3 melawan Myanmar. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOPemain timnas Indonesia mendapat pengarahan pelatih timnas Indonesia, Luis Milla saat pertandingan persahabatan Indonesia melawan Myanmar di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/3/2017). Indonesia kalah 1-3 melawan Myanmar.
|
EditorEris Eka Jaya

KOMPAS.com - Pelatih timnas Indonesia U-22, Luis Milla, memang tak terlalu mempermasalahkan hasil akhir uji coba anak asuhnya. Dari tiga uji coba yang sudah dilakoni, hasilnya terlihat masih belum menggembirakan.

Skuad Garuda takluk 1-3 dari Myanmar, bermain seri 1-1 kontra Persija, dan hanya menang 2-1 saat melawan klub Liga 2, Persita Tangerang.

"Coah Milla tidak mempermasalahkan hasil karena dia menginginkan setiap ada uji coba dan pemusatan latihan, para pemain bisa melakukan improvisasi dalam permainan serta ada kemajuan pada setiap pemain," ujar Bima Sakti, asisten pelatih timnas Indonesia U-22.

Dalam pemusatan latihan terakhir, yaitu pada 20-25 April 2017, Indonesia U-22 melakoni uji coba kontra Persita.

Evan Dimas dkk menang 2-1 atas Laskar Cisadane lewat gol Febri Hariyadi dan Osvaldo Haay.

Pada laga tersebut, Milla tampak tak tenang dengan penyelesaian akhir skuadnya. Tim Merah-Putih menciptakan banyak peluang melawan klub dari kasta di bawah Liga 1 itu. Namun, kesempatan itu hanya menghasilkan dua gol.

"Milla selalu berteriak agar pemain secara cepat menyelesaikan peluang di depan gawang. Hal itu menjadi masalah baru di tim ini karena pemain banyak menciptakan peluang, tetapi kesulitan dalam penyelesaian akhir. Jadi, harapan kami saat pemusatan latihan mendatang masalah tersebut bisa terselesaikan," tutur Bima.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Minimnya gol Indonesia U-22 dalam tiga laga uji coba terakhir juga menjadi masalah.

Penajaman di lini depan, yang memakai skema trisula, bakal menjadi menu latihan pada pemusatan latihan 7-10 Mei 2017.

KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Pemain timnas Indonesia, Febri Hariyadi berebut bola dengan pemain timnas Myanmar, Phyo Ko Ko Thein saat pertandingan persahabatan Indonesia melawan Myanmar di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/3/2017). Indonesia kalah 1-3 melawan Myanmar.
Pelatih asal Spanyol itu memang gemar menerapkan pola 4-3-3 dan 4-2-3-1.

Halaman:


Sumber JUARA
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X