Kompas.com - 26/04/2017, 17:33 WIB
|
EditorEris Eka Jaya

LAMONGAN, KOMPAS.com – Setelah kalah pada laga perdananya di kompetisi Liga 1, Persela Lamongan berhasil menang pada pertandingan keduanya saat menjamu Madura United dengan skor 2-0 di Stadion Surajaya, Lamongan, Jumat (21/4/2017) lalu.

Hal itu membuat mental para pemain tim Laskar Joko Tingkir kembali meningkat jelang menjamu Bali United di tempat yang sama, Minggu (30/4/2017) mendatang.

Terlebih lagi, tim tamu juga bakal datang dengan sederet masalah, mulai dari belum meraih hasil maksimal hingga baru saja memecat pelatih kepala, Hans-Peter.

Untuk sementara, Bali United akan ditukangi oleh asisten pelatih Eko Purdjianto.

Pada dua laga sebelumnya, Bali United kalah dari Madura United dan Persipura Jayapura. Karena hasil itulah, pelatih kepala mereka, Hans-Peter Schaller, dipecat oleh jajaran manajemen Bali United.

"Namun, itu tidak bisa dijadikan patokan dalam menilai sebuah tim. Saya kira, kekuatan semua tim dalam kompetisi musim ini cukup merata, jadi tidak boleh diremehkan, meski mereka juga belum maksimal dalam dua pertandingan sebelumnya," kata penjaga gawang yang juga kapten tim Persela, Choirul Huda, Rabu (26/4/2017).

Ia berharap, rekan-rekannya tetap bisa fokus menatap pertandingan dan tak kehilangan semangat untuk bisa mempersembahkan kemenangan pada laga kontra Bali United, seperti yang sudah mereka lakukan saat menjamu Madura United.

"Semua pemain mereka (Bali United) sebenarnya bagus. Striker mereka (Sylvano Comvalius) punya postur tinggi dan finishing touch-nya bagus serta Irfan Bachdim, yang harus mendapat pengawalan ketat jika ingin mengunci pergerakan barisan serangnya," tutur Huda.

Hal yang sama juga diungkapkan Eka Ramdani.

Gelandang senior Persela ini menilai, Persela bisa membuat Bali United menderita kekalahan untuk kali ketiga di kompetisi musim ini bila mampu bermain agresif dan mengunci pergerakan Sylvano Comvalius serta Irfan Bachdim.

"Saya kira, Irfan masih memiliki umpan-umpan bagus dan terukur yang bisa dimanfaatkan oleh striker asing mereka yang punya postur tinggi itu untuk mencetak gol. Ini harus bisa dicegah dengan sebisa mungkin menahan gerakan mereka untuk tidak sampai dekat ke daerah pertahanan," ujar Eka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.