Kompas.com - 23/04/2017, 18:51 WIB
Pelatih Perancis, Didier Deschamps, tersenyum dalam pertandingan persahabatan melawan Italia di Stadion San Nicola, Bari, Italia, 1 September 2016. ALBERTO PIZZOLI/AFPPelatih Perancis, Didier Deschamps, tersenyum dalam pertandingan persahabatan melawan Italia di Stadion San Nicola, Bari, Italia, 1 September 2016.
EditorJalu Wisnu Wirajati

KOMPAS.com - Mantan pemain Juventus dan eks pelatih AS Monaco, Didier Deschamps, tidak yakin AS Monaco bisa mengalahkan tim juara Serie A tersebut di semifinal Liga Champions. Pelatih tim nasional Perancis itu menilai skuad AS Monaco kurang berpengalaman.

Deschamps tidak menampik kualitas Kylian Mbappe dkk. Namun, dia tidak yakin mereka sanggup membendung langkah Juventus ke babak final.

"Monaco memang bagus sampai bisa melangkah ke semifinal. Namun, mereka tidak punya pengalaman seperti Juventus. Menjadi tuan rumah di leg kedua juga akan menguntungkan mereka," kata Deschamps.

Laga AS Monaco dan Juventus akan berlangsung di Stade Louis II pada 3 Mei 2017 dan di Juventus Stadium pada 9 Mei 2017.

Kiprah AS Monaco pada musim 2016-2017 memang impresif, terutama urusan mencetak gol. Mereka menghasilkan 106 gol di Ligue 1 dan Liga Champions.

Sebelum melaju ke semifinal, Les Monegasques - julukan AS Monaco - menyingkirkan tim seperti Manchester City dan Borussia Dortmund.

Deschamps tahu, Juventus tidak akan meremehkan AS Monaco. Hanya, tim Massimilliano Allegri tersebut sudah lebih siap untuk turnamen sekelas Liga Champions. Deschamps menyebut bahwa Juventus didesain untuk juara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Juventus sudah terbiasa menghadapi tes dari tim sekelas AS Monaco. Skuad mereka dibangun untuk menjadi juara," ucap Deschamps melanjutkan.

"Monaco adalah tim kejutan dan sangat layak masuk semifinal, tetapi mereka menghadapi tim yang konsisten di Liga Italia dan Eropa," tuturnya lagi.

Penampilan Juventus tersebut tidak lepas dari pengaruh Allegri. Dialah yang mengantarkan Juventus menjadi finalis Liga Champions musim 2014-2015 pada musim pertamanya menggantikan Antonio Conte.

Deschamps tidak segan menyebut Allegri sebagia salah satu pelatih terbaik di Eropa.

"Allegri mengubah timnya. Melihat Juventus menggunakan empat penyerang sungguh mengejutkan. Mereka jadi jauh lebih menyerang ketimbang musim lalu," ucapnya.

Deschamps memang punya kedekatan dengan Juventus dan AS Monaco. Pada 1990-an, dia tampil berseragam I Bianconeri - julukan Juventus. Pada 2003-2004, mantan kapten tim nasional Perancis itu mengantarkan Monaco menjadi finalis Liga Champions. 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber JUARA
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Piala Thomas yang Pulang ke Indonesia, Tinggi 71 cm dan Tertulis Inskripsi IBF

Fakta Piala Thomas yang Pulang ke Indonesia, Tinggi 71 cm dan Tertulis Inskripsi IBF

Badminton
Top Skor Liga Inggris - Mo Salah Teratas, CR7 Melempem Lagi

Top Skor Liga Inggris - Mo Salah Teratas, CR7 Melempem Lagi

Liga Inggris
Indonesia Terancam Tak Bisa Jadi Host Event Olahraga Internasional, Ini Penjelasan Ketum KOI

Indonesia Terancam Tak Bisa Jadi Host Event Olahraga Internasional, Ini Penjelasan Ketum KOI

Sports
Jonatan Christie di Piala Thomas 2020: 376 Menit, 1 Smash Penentu Indonesia Juara

Jonatan Christie di Piala Thomas 2020: 376 Menit, 1 Smash Penentu Indonesia Juara

Sports
Profil Renshi Yamaguchi, 'Si Tukang Jagal' Asal Jepang

Profil Renshi Yamaguchi, "Si Tukang Jagal" Asal Jepang

Sports
Jadwal Uji Coba Timnas U23 Indonesia, Lawan Tajikistan dan Nepal Pekan Ini

Jadwal Uji Coba Timnas U23 Indonesia, Lawan Tajikistan dan Nepal Pekan Ini

Liga Indonesia
Bendera Merah Putih Tak Berkibar di Podium Juara Piala Thomas 2020, Menpora Minta Maaf

Bendera Merah Putih Tak Berkibar di Podium Juara Piala Thomas 2020, Menpora Minta Maaf

Badminton
Permintaan Maaf dan Penjelasan LADI kepada Seluruh Rakyat Indonesia

Permintaan Maaf dan Penjelasan LADI kepada Seluruh Rakyat Indonesia

Badminton
Merah Putih Tak Berkibar di Piala Thomas, LADI Diminta Selesaikan Tanggung Jawab dengan WADA

Merah Putih Tak Berkibar di Piala Thomas, LADI Diminta Selesaikan Tanggung Jawab dengan WADA

Badminton
Catatan Skor Indonesia Saat Juara Piala Thomas, Akrab dengan Kemenangan Telak

Catatan Skor Indonesia Saat Juara Piala Thomas, Akrab dengan Kemenangan Telak

Sports
Jadwal Liga 2 2021-2022

Jadwal Liga 2 2021-2022

Sports
Rasa Syukur Fajar Alfian Bantu Indonesia Juara Piala Thomas

Rasa Syukur Fajar Alfian Bantu Indonesia Juara Piala Thomas

Badminton
Marko Simic Melempem Lawan Arema FC, Angelo Alessio Pasang Badan

Marko Simic Melempem Lawan Arema FC, Angelo Alessio Pasang Badan

Liga Indonesia
Equestrian Solidarity Challenge, Upaya Kembangkan Olahraga Berkuda Indonesia

Equestrian Solidarity Challenge, Upaya Kembangkan Olahraga Berkuda Indonesia

Sports
Messi Bisa seperti Zidane, Kehilangan Ballon d’Or karena Kasari Lawan

Messi Bisa seperti Zidane, Kehilangan Ballon d’Or karena Kasari Lawan

Liga Lain
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.