Kompas.com - 23/04/2017, 02:18 WIB
Persipur vs PSIS di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Grobogan, Jateng, Sabtu (22/4/2017) Kontributor Kompas.com/Puthut Dwi Putranto Persipur vs PSIS di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Grobogan, Jateng, Sabtu (22/4/2017)
|
EditorJalu Wisnu Wirajati

GROBOGAN, KOMPAS.com - PSIS Semarang menang 2-1 pada pertandingan Liga 2 di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Sabtu (22/4/2017).

Sundulan Haudi Abdillah melalui umpan set piece Taufik Hidayat membuka keran gol PSIS pada menit ke-7. Nahas, Haudi harus ditandu keluar lantaran mengalami cedera pada rahang setelah kepalanya berbenturan dengan kaki penjaga gawang Persipur, Yoga Arif.

Persipur baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-52 melalui penalti Muhammad Fatkhul Manan. Pemain tengah Persipur yang dipercaya menjadi algojo itu sukses menjebol gawang Awan Setho Raharjo setelah Basri Lohy dilanggar Taufik Hidayat di kotak terlarang‎.

PSIS menentukan kemenangan pada menit ke-65. Umpan tendangan pojok M Ridwan bisa dimanfaatkan Johan yang sempat gagal mengeksekusi penalti pada babak pertama untuk membawa timnya kembali unggul.

Gol yang diciptakan kapten PSIS ini sempat memicu gejolak para  pemain Persipur. Mereka meyakini telah terjadi handball.. Namun, wasit Ahmad Tuharea tetap mengesahkan sundulan kepala Johan. PSIS pun menang 2-1. 

"Terus terang Persipur menunjukkan permainan yang kuat. Saya bersyukur bisa membawa PSIS menang," kata Johan.

Juru taktik PSIS, Subangkit, mengapresiasi permainan profesional anak asuhnya. Namun, dia juga memuji performa Laskar Petir - julukan tim tuan rumah. 

"Kami salut dengan stamina dan penampilan Persipur. Mereka mampu memberikan tekanan hingga akhir permainan. Kemenangan ini tak mudah diraih. Terima kasih buat para pemain. Mereka hari ini tampil luar biasa," ujar Subangkit.

Dalam pertandingan yang disaksikan sekitar 7.00 penonton tersebut, penampilan skuad Laskar Petir cukup memuaskan meski harus kalah di kandang sendiri.

"Upaya keras sudah dilakukan. Dari segi materi, PSIS memang lebih baik karena timnya sudah terbentuk lama," tutur asisten pelatih Persipur, Wahyu Teguh.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X