Kompas.com - 13/04/2017, 10:15 WIB
Penyerang Everton, Romelu Lukaku, merayakan golnya seusai membobol gawang Leicester City pada 9 April 2017.
Paul ELLIS / AFPPenyerang Everton, Romelu Lukaku, merayakan golnya seusai membobol gawang Leicester City pada 9 April 2017.
|
EditorEris Eka Jaya

KOMPAS.com - Penyerang Everton, Romelu Lukaku, diindikasikan tidak akan menandatangani kontrak baru bersama klub tersebut dan akan hengkang.

Meski begitu, mantan gelandang The Toffees, julukan Everton, Leon Osman (35), optimistis timnya tidak akan kolaps jika Lukaku pergi.

Kontrak Lukaku baru akan berakhir pada 2019. Namun, dia kerap mengirim sinyal tidak ingin bertahan lebih lama di Goodison Park karena ingin bermain di klub yang berlaga di Liga Champions.

Padahal, dia adalah juru gedor utama Everton. Musim ini saja dia sudah mencetak 23 gol dan menjadi salah satu kandidat top scorer Premier League.

Osman tidak khawatir dengan prospek kepergian Lukaku. Sosok yang berseragam Everton selama 14 musim itu yakin bahwa kesuksesan Everton tidak ditentukan oleh Lukaku.

"Idealnya memang Everton mempertahankan Lukaku. Dengan demikian, dia tetap bisa mencetak banyak gol dan Everton bisa membangun tim yang menjadikan dirinya sebagai pusat. Setiap klub butuh penyerang subur dan saat ini, Lukaku-lah orangnya," kata Osman.

"Namun, kalau dia menolak bertahan dan memilih klub lain, Everton harus terus melanjutkan kiprahnya. Tidak ada satu pemain yang lebih penting dibanding klub," ujarnya. 

Osman membandingkan situasi ketika Everton ditinggal Gary Lineker pada tahun 1986. Ketika itu, Lineker baru satu musim menjadi pemain Everton dan memutuskan pindah ke Liverpool.

"Saya bertemu pendukung Everton yang ingat bahwa Everton tetap bangkit setelah ditinggal Lineker. Sekarang pun Everton akan melakukan hal yang sama seandainya Lukaku pindah," tutur Osman. (Lariza Oky Adisty)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber JUARA
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.