Hanafi Belum Puas meski Persegres Menang

Kompas.com - 30/03/2017, 00:15 WIB
Patrick da Silva (kiri), dalam uji coba kontra Persepam Madura Utama di Stadion Petrokimia, Rabu (29/3/2017) sore. HamzahPatrick da Silva (kiri), dalam uji coba kontra Persepam Madura Utama di Stadion Petrokimia, Rabu (29/3/2017) sore.
|
EditorAloysius Gonsaga AE

GRESIK, KOMPAS.comPersegres Gresik United menang 4-2 atas tim Liga 2, Persepam Madura Utama, dalam uji coba di Stadion Petrokimia, Gresik, Rabu (29/3/2017). Tetapi manajer sekaligus pelatih Persegres, Hanafi, belum puas dengan performa anak didiknya.

Dia melihat masih ada kelemahan pada barisan pertahanan tim Laskar Joko Samudro dalam mengantisipasi pola serangan lawan. Padahal, Persegres sudah diperkuat rekrutan barunya, Goran Gancev.

“Justru itu, saya melihat Goran Gancev masih belum begitu padu dengan Alex (Achmad Faris Aditama). Koordinasi yang lemah sehingga berhasil dimanfaatkan oleh Persepam dalam mencetak dua gol,” ucap Hanafi usai laga.

Dalam pertandingan tersebut, Persepam bahkan sempat unggul lebih dulu melalui gol Dimas Galih, saat pertandingan baru berjalan 12 menit. Persegres bangkit melalui dua gol cepat Patrick da Silva pada menit ke-17 dan menit ke-18.

Namun keasyikan menyerang, kembali membuat lini pertahanan Persegres lengah dan Persepam bisa menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada akhir babak pertama, melalui eksekusi penalti Fajar Legian. Skor imbang yang menutup interval pertama.

Beruntung Persegres memiliki Patrick, karena penyerang berkebangsaan Brasil ini kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-47, sekaligus menorehkan hat-trick. Disusul lesakan Rendy Saputra pada menit ke-54, yang membuat Persegres menang 4-2.

Persepam sebenarnya memiliki peluang untuk memperkecil kedudukan, hanya sayang eksekusi penalti Faris Aditama pada menit ke-86, berhasil digagalkan Fitrul Dwi Rustapa yang masuk pada awal babak kedua menggantikan Aji Saka.

“Hanya kami memaklumi, karena Goran Gancev baru bergabung, sementara Alex juga baru sembuh dari cedera. Tapi ini pelajaran buat kami, dan akan kami benahi pada sisa waktu yang ada sebelum kompetisi dimulai,” kata Hanafi.

Sementara di lain pihak, pelatih Persepam Madura Utama Rudy William Keltjes, justru merasa puas dengan penampilan anak didiknya.

“Saya sangat senang melihat penampilan anak-anak. Sebab melihat dari persiapan tim, kami mampu memberikan perlawanan kepada Persegres yang lebih lama menyiapkan tim. Ini tentu bekal berharga kami, sebelum berlaga di Liga 2,” ujar Rudy Keltjes.

Ia pun mengaku semakin optimistis, anak didiknya akan mampu bersaing di kompetisi Liga 2, meski memiliki persiapan mepet dan diperkuat banyak pemain muda. Rudy Keltjes juga mengaku, sudah tidak lagi mengagendakan uji coba.

“Sepertinya sudah cukup (tidak ada lagi uji coba), saya ingin fokus membenahi kekurangan tim saja di sisa waktu ini. Karena secara permainan mereka sudah oke, tinggal membenahi sisi mentalnya saja,” tutur dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X