Kompas.com - 26/03/2017, 09:13 WIB
EditorJalu Wisnu Wirajati

SOFIA, KOMPAS.com - Gelandang tim nasional Belanda, Wesley Sneijer, membela pelatih Danny Blind yang menjadi sasaran kritik seusai kekalahan 0-2 dari Bulgaria pada lanjutan Kualifikasi Piala Eropa 2018, Sabtu (25/3/2016). Menurut Sneijder, kekalahan itu bukan sepenuhnya salah Blind.

Belanda mengalami kekalahan mengejutkan ketika bertandang ke Stadion Vasil Levski. De Oranje - julukan Belanda - kalah 0-2 lantaran gol striker tuan rumah, Spas Delev, menit kelima dan ke-20.

Blind pun menjadi sasaran kritik. Bahkan, berdasar salah poling yang dilakukan salah satu media di Belanda, ayah dari Daley Blind itu lebih baik diganti agar memperbaiki performa De Oranje. Hanya, Sneijder tak setuju dengan pendapat itu.

"Dia pelatih yang seharusnya kami bela. Anda harus melihat bahwa dia telah melakukan segala upaya untuk menang pada laga ini," kata Sneijder kepada Telesport seusai pertandingan.

Menurut Sneijder, justru dia dan rekan-rekannya di lapangan sebagai pemain yang patut disalahkan.

"Keinginan untuk menang dari para pemain seolah tidak ada. Jadi, ketika kami kehilangan kesempatan untuk melangkah ke turnamen, itu bukanlah salah pelatih," tutur pemain Galatasaray itu.

Blind pun tampaknya belum berkomentar soal kemungkinan mundur dari jabatannya, sekalipun posisi Belanda di klasemen Grup A Kualifikasi Piala Eropa 2018 zona Eropa berada di peringkat keempat. Padahal, hanya tim teratas grup yang otomatis lolos ke Rusia 2018.

"Saya berpikir soal diri saya sendiri, soal pilihan saya, dan bagaimana cara saya bekerja," kata suksesor Guus Hiddink itu.

Berada di posisi keempat, Belanda terancam gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2018. Jika itu terjadi, akan menjadi citra buruk bagi sepak bola di negara itu karena sempat tak lolos ke Piala Eropa 2016.

Hanya, masih ada lima pertandingan lagi. Dengan tujuh poin, Belanda masih mungkin menyalip Perancis (13), Swedia (10), dan Bulgaria (9) yang berada di atasnya.

Sneijder pada laga ini hanya bermain pada babak kedua. Dia masuk menggantikan Georginio Wijnaldum. Namun, kehadiran dia tak bisa mengatasi ketertinggalan dua gol Belanda pada babak pertama.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Imbas Kerusuhan Kanjuruhan: Liga 1 Dihentikan, Liga 2 dan Liga 3 Tetap Jalan

Imbas Kerusuhan Kanjuruhan: Liga 1 Dihentikan, Liga 2 dan Liga 3 Tetap Jalan

Liga Indonesia
Instruksi Presiden Jokowi untuk Kerusuhan Kanjuruhan: Investigasi Cepat, Harus Ada Tanggung Jawab

Instruksi Presiden Jokowi untuk Kerusuhan Kanjuruhan: Investigasi Cepat, Harus Ada Tanggung Jawab

Liga Indonesia
Tragedi Kanjuruhan Jadi Perhatian Dunia, Barcelona dan Tim MotoGP Ikut Berduka

Tragedi Kanjuruhan Jadi Perhatian Dunia, Barcelona dan Tim MotoGP Ikut Berduka

Sports
Bagaimana Tanggung Jawab PSSI terhadap Korban Kerusuhan Kanjuruhan?

Bagaimana Tanggung Jawab PSSI terhadap Korban Kerusuhan Kanjuruhan?

Liga Indonesia
Jawaban PSSI soal Laga Arema Vs Persebaya Tetap Digelar Malam Hari

Jawaban PSSI soal Laga Arema Vs Persebaya Tetap Digelar Malam Hari

Liga Indonesia
Tragedi Stadion Kanjuruhan: Dari Kronologi hingga Perkara Gas Air Mata

Tragedi Stadion Kanjuruhan: Dari Kronologi hingga Perkara Gas Air Mata

Liga Indonesia
Tragedi Kanjuruhan Tewaskan 129 Orang, Sanksi Berat Menanti Arema FC

Tragedi Kanjuruhan Tewaskan 129 Orang, Sanksi Berat Menanti Arema FC

Liga Indonesia
Kesaksian Suporter Arema Melihat Korban 'Pergi' Sebelum Kembali

Kesaksian Suporter Arema Melihat Korban "Pergi" Sebelum Kembali

Sports
Tragedi Kanjuruhan: PSSI Langsung Dimintai Laporan oleh FIFA

Tragedi Kanjuruhan: PSSI Langsung Dimintai Laporan oleh FIFA

Liga Indonesia
Tragedi Kanjuruhan Renggut Ratusan Nyawa, Indonesia Disorot Dunia

Tragedi Kanjuruhan Renggut Ratusan Nyawa, Indonesia Disorot Dunia

Liga Indonesia
Tragedi Kanjuruhan, Arema FC Siap Beri Santunan dan Buka Crisis Center

Tragedi Kanjuruhan, Arema FC Siap Beri Santunan dan Buka Crisis Center

Liga Indonesia
Sepak Bola Indonesia Sedang Berduka, Malaysia Sampaikan Belasungkawa

Sepak Bola Indonesia Sedang Berduka, Malaysia Sampaikan Belasungkawa

Liga Indonesia
Duka Mendalam Menpora Zainudin Amali atas Tragedi Kanjuruhan

Duka Mendalam Menpora Zainudin Amali atas Tragedi Kanjuruhan

Liga Indonesia
Tragedi Stadion Kanjuruhan, Sponsor Utama Liga 1 Ikut Berduka

Tragedi Stadion Kanjuruhan, Sponsor Utama Liga 1 Ikut Berduka

Liga Indonesia
Pernyataan Lengkap Presiden Jokowi soal Tragedi Kanjuruhan: Duka Mendalam, Minta Liga 1 Dihentikan Sementara

Pernyataan Lengkap Presiden Jokowi soal Tragedi Kanjuruhan: Duka Mendalam, Minta Liga 1 Dihentikan Sementara

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.