Kompas.com - 26/03/2017, 06:43 WIB
Liestiadi (kanan) sewaktu masih menjabat sebagai pelatih kepala Persegres Gresik United di musim 2016 lalu. Kompas.com/Hamzah ArfakLiestiadi (kanan) sewaktu masih menjabat sebagai pelatih kepala Persegres Gresik United di musim 2016 lalu.
|
EditorJalu Wisnu Wirajati

KOMPAS.com – Baru dua bulan menangani Persijap Jepara yang bakal berlaga di kompetisi Liga 2, Liestiadi memilih mengundurkan diri sebagai pelatih kepala. Dia mundur karena ada beberapa poin yang dianggapnya tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

Ia mengaku sudah berpamitan secara baik-baik dengan pihak manajemen Persijap, meski harus mengakhiri jabatannya lebih cepat dari rencana semula. 

“Saya sudah ngomong baik-baik dengan manajemen, dan manajemen sudah memahaminya. Kami berpisah secara baik-baik, demi kebaikan bersama,” ucap Liestiadi saat dihubungi, Sabtu (25/3/2017).

“Untuk poin-poin itu, mohon maaf tidak bisa saya ungkap kepada publik. Biar itu menjadi rahasia saya dan manajemen. Pada dasarnya, saya juga tidak ingin karier saya hancur gara-gara mewujudkan impian tidak realistis, tanpa melihat kenyataan yang ada,” tutur dia.

Banyak pihak yang menganggap, mundurnya Liestiadi dari kursi pelatih kepala Persijap dikarenakan takut dengan tantangan yang diberikan oleh manajemen, yakni meloloskan tim tersebut ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

“Saya justru senang dengan tantangan. Namun, saya juga harus berpikir realistis dengan tantangan itu, apakah sesuai dengan apa yang syaratkan. Kalau tuntutan tinggi namun tidak dibarengi dengan fasilitas untuk itu, kenapa harus diteruskan?" ujar Liestiadi retoris. 

"Saya sudah ngomong kepada manajemen. Mereka pun mohon maaf bahwa tidak bisa memenuhinya. Makanya, kami berpisah,” kata dia.

Untuk sementara, sambil menunggu kedatangan pelatih baru, tampuk kepemimpinan skuad Persijap dijabat oleh Direktur Teknik Carlos Raul Sciucatti bersama dengan asisten pelatih M. Yusuf.

Saat ini, Liestiadi mengaku berada di kampung halamannya, Medan, sambil menunggu tawaran dari klub lain.

Pengalaman pahit sewaktu menangani Persegres Gresik United di musim 2016 yang diberhentikan di tengah turnamen, membuat pelatih kelahiran 14 Oktober 1968 ini banyak belajar dalam menjaga reputasi kariernya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sofia Balbi, Cinta dan Energi Dahsyat dalam Karier Luis Suarez

Sofia Balbi, Cinta dan Energi Dahsyat dalam Karier Luis Suarez

Sports
Rashford Merasa 'Terkekang' Semasa Dilatih Jose Mourinho

Rashford Merasa "Terkekang" Semasa Dilatih Jose Mourinho

Liga Inggris
Juventus Sedang Kritis, Bagaimana Nasib Pirlo dan Ronaldo?

Juventus Sedang Kritis, Bagaimana Nasib Pirlo dan Ronaldo?

Liga Italia
Mengapa Jersey Utama Manchester City Berwarna Biru Langit?

Mengapa Jersey Utama Manchester City Berwarna Biru Langit?

Sports
Kritik Pedas pada Wacana Perubahan Regulasi yang Bikin Gaduh

Kritik Pedas pada Wacana Perubahan Regulasi yang Bikin Gaduh

Liga Indonesia
Daftar 14 Tim Penghancur Juventus di Stadion Allianz, AC Milan Lakon Terbaru

Daftar 14 Tim Penghancur Juventus di Stadion Allianz, AC Milan Lakon Terbaru

Liga Italia
Meski Peluang Menipis, Barcelona Belum Menyerah Kejar Titel Liga Spanyol

Meski Peluang Menipis, Barcelona Belum Menyerah Kejar Titel Liga Spanyol

Liga Spanyol
Ranking BWF, Marcus/Kevin dkk 'Gagal' Buru Poin Usai Malaysia Open Ditunda

Ranking BWF, Marcus/Kevin dkk "Gagal" Buru Poin Usai Malaysia Open Ditunda

Badminton
Gara-gara Hal Ini, Solskjaer Dibilang Tak Percaya dengan Paul Pogba

Gara-gara Hal Ini, Solskjaer Dibilang Tak Percaya dengan Paul Pogba

Liga Inggris
Edinson Cavani Perpanjang Kontrak di Man United sampai 2022

Edinson Cavani Perpanjang Kontrak di Man United sampai 2022

Liga Inggris
Juventus Terancam Lenyap dari Serie A jika Tak Mundur dari Super League

Juventus Terancam Lenyap dari Serie A jika Tak Mundur dari Super League

Liga Italia
Ketika Legenda MotoGP Diminta Bujuk Valentino Rossi agar Pensiun...

Ketika Legenda MotoGP Diminta Bujuk Valentino Rossi agar Pensiun...

Motogp
Sapri Pantun Meninggal Dunia, Sempat Dukung Persija Sebelum Final Piala Menpora

Sapri Pantun Meninggal Dunia, Sempat Dukung Persija Sebelum Final Piala Menpora

Liga Indonesia
Ingin Atasi Stunting demi Cetak Atlet Berprestasi, Menpora Teken MoU dengan BKKBN

Ingin Atasi Stunting demi Cetak Atlet Berprestasi, Menpora Teken MoU dengan BKKBN

Sports
Persaingan Liga Spanyol Memanas, Barcelona Butuh Keajaiban untuk Juara

Persaingan Liga Spanyol Memanas, Barcelona Butuh Keajaiban untuk Juara

Liga Spanyol
komentar di artikel lainnya
Close Ads X