Kompas.com - 25/03/2017, 11:13 WIB
Tampilan halaman pertama Harian KOMPAS terbitan Minggu, 24 Februari 1985, seusai pertandingan final Divisi Utama Perserikatan antara PSMS Medan dan Persib Bandung. Dok. Harian KOMPASTampilan halaman pertama Harian KOMPAS terbitan Minggu, 24 Februari 1985, seusai pertandingan final Divisi Utama Perserikatan antara PSMS Medan dan Persib Bandung.
EditorJalu Wisnu Wirajati

Pemain sempat kesulitan masuk ke lapangan. Mereka tidak keluar dari kamar ganti di lantai dasar stadion, melainkan dari tribune penonton sektor VIP. Bahkan, gelandang PSMS Hadi Sakiman, sempat tertinggal di luar pintu dan menyusul belakangan.

Sebanyak 2.500 petugas keamanan mencoba menertibkan penonton. Penonton berlompatan ke pagar tribune guna menyelamatkan diri dan dalam tempo 10 menit lapangan sudah steril.

Sebagian penonton masih diperkenankan menonton dari tepi lapangan. Mereka berdiri dan duduk di lintasan lari yang mengelilingi lapangan. Pukul 19.05 WIB wasit akhirnya masuk ke lapangan dan pukul 19.15 para pemain menyusul.

PSMS Medan kembali mempertahankan trofi juara. Mereka menang 4-3 melalui adu penalti setelah bermain imbang 2-2 selama 120 menit kontra Persib.

Kenangan akan rivalitas lama itu coba diwujudkan kembali Minggu sore. Maung Bandung kali terakhir mengunjungi Stadion Teladan terjadi pada ISL ‎2012. Saat itu, Persib kalah 2-3.

"Persib dan PSMS merupakan dua tim legendaris yang punya nama besar di kancah persepakbolaan tanah air," ujar Sunardi A, salah satu pemain PSMS di final Perserikatan kontra Persib Bandung tiga dekade silam, seperti dilansir dari Waspada, Kamis (23/3/2017).

Pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman, pun tak sabar untuk memimpin pasukannya pada duel klasik itu. Apalagi, dia juga punya pengalaman membela Persib pada era Perserikatan dan Mercu Buana - klub Galatama yang bermarkas di Stadion Teladan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pertandingan klasik memori ala Perserikatan. Musuh bebuyutan di zaman Perserikatan Persib adalah PSMS," kata Djadjang seperti dilansir dari JUARA, Rabu (22/3/2017).

"Saya juga tahu persis kondisi Stadion Teladan, karena arena tersebut menjadi markas Mercu Buana. Saya masih ingat bagaimana stadion selalu penuh. Istri dan keluarga ‎menonton di atas tribune," ujarnya.

Kendati berasal dari kasta lebih tinggi, Persib tak bakal anggap remeh PSMS. Djanur - panggilan akrab Djadjang Nurdjaman - sudah tahu persis bagaimana alotnya menghadapi PSMS, apalagi di Stadion Teladan.

"Persib akan berhitung dua kali ketika menghadapi PSMS yang punya kelebihan dalam semangat juang, pantang menyerah, dan dukungan fanatis. PSMS mampu bermain keras dalam batas sportivitas," tutur Sunardi A.

Laga PSMS vs Persib ini rencananya akan disiarkan secara langsung oleh Indosiar pada Minggu (26/3/2017) mulai pukul 16.45 WIB.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Profil Dhika Bayangkara, Tembok Tangguh di Bawah Mistar Gawang Persita

Profil Dhika Bayangkara, Tembok Tangguh di Bawah Mistar Gawang Persita

Sports
Harga dan Keinginan Mengonsumsi (Membandingkan Harga Tiket dengan Kualitas Sepak Bola Kita)

Harga dan Keinginan Mengonsumsi (Membandingkan Harga Tiket dengan Kualitas Sepak Bola Kita)

Liga Indonesia
Kandas oleh Wakil Taiwan, Leo/Daniel Terhenti di French Open 2021

Kandas oleh Wakil Taiwan, Leo/Daniel Terhenti di French Open 2021

Badminton
Cristiano Ronaldo Jadi Lem yang Menyatukan Ruang Ganti Pecah Man United

Cristiano Ronaldo Jadi Lem yang Menyatukan Ruang Ganti Pecah Man United

Liga Inggris
China Siapkan 29 Pusat Pelatihan Nasional untuk Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

China Siapkan 29 Pusat Pelatihan Nasional untuk Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

Sports
Lirik Ole's at the Wheel, Chant Kebanggaan yang Menjelma Jadi Sindiran

Lirik Ole's at the Wheel, Chant Kebanggaan yang Menjelma Jadi Sindiran

Liga Inggris
Hasil Arema FC Vs Persita: Dramatis, Gol Menit Akhir Buyarkan Kemenangan Singo Edan

Hasil Arema FC Vs Persita: Dramatis, Gol Menit Akhir Buyarkan Kemenangan Singo Edan

Liga Indonesia
Hasil French Open - Tendang Wakil Malaysia, Praveen/Melati ke 16 Besar

Hasil French Open - Tendang Wakil Malaysia, Praveen/Melati ke 16 Besar

Badminton
Main Buruk Lawan Persebaya, Persija Akan Duduk Bersama

Main Buruk Lawan Persebaya, Persija Akan Duduk Bersama

Liga Indonesia
Link Live Streaming PSS Vs Bali United, Kick-off 20.45 WIB

Link Live Streaming PSS Vs Bali United, Kick-off 20.45 WIB

Liga Indonesia
Priscilla Jagokan Stamp Fairtex Menangi Grand Prix ONE, Rebut Juara dari Angela Lee

Priscilla Jagokan Stamp Fairtex Menangi Grand Prix ONE, Rebut Juara dari Angela Lee

Sports
China Siapkan 480 Atlet di Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

China Siapkan 480 Atlet di Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

Sports
Angelo Alessio Tak Lihat Visi Bermain Persija Saat Melawan Persebaya

Angelo Alessio Tak Lihat Visi Bermain Persija Saat Melawan Persebaya

Liga Indonesia
Januari, Pembukaan Perkampungan Atlet Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

Januari, Pembukaan Perkampungan Atlet Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

Sports
HT Arema FC Vs Persita, KH Yudo dan Dedik Bawa Singo Edan Unggul 2-1

HT Arema FC Vs Persita, KH Yudo dan Dedik Bawa Singo Edan Unggul 2-1

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.