Soal "Marquee Player", McMenemy Belajar dari Marcus Bent

Kompas.com - 24/03/2017, 07:43 WIB
Mantan pelatih Filipina, Simon McMenemy, saat ditemui JUARA.net di Hotel Novotel Araneta, Quezon City, Filipina, JUmat (18/11/2016). KUKUH WAHYUDI/BOLA/JUARA.NETMantan pelatih Filipina, Simon McMenemy, saat ditemui JUARA.net di Hotel Novotel Araneta, Quezon City, Filipina, JUmat (18/11/2016).
|
EditorAloysius Gonsaga AE

CILACAP, KOMPAS.com - Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy, menyatakan bahwa timnya tidak akan menggunakan marquee player pada Liga 1 2017. Sebab, dia melihat kehadiran pemain itu bisa menyebabkan masalah belajar dari kasus Marcus Bent pada 2012.

Telap ditetapkan PSSI, peserta Liga 1 bisa menambah kuota pemain asing apabila merekrut marquee player. Kriteria untuk pemain tersebut adalah harus berumur di bawah 35 tahun, pernah bermain setidaknya di Piala Dunia atau pernah bermain di salah satu dari delapan liga elite internasional, dan bisa berasal dari negara mana saja.

Hanya, dengan nama besar, seorang marquee player diprediksi juga akan menerima ekspektasi tinggi.

”Di sini, suporter ingin pemain bintang dan marquee player harus menjadi pilar yang bisa mengubah tim jadi lebih baik. Jika pemain itu gagal, mereka (suporter) menekan dan itu tak bagus,” tutur Simon.

”Padahal, hal itu sebenarnya bukan salah pemain berstatus marquee player. Tetapi, semua terkait level permainan dan kesepahaman dalam menjalankan tugas di lapangan,” ujarnya.

Baca: Empat Pemain Gratisan yang Bisa Jadi Marquee Player di Indonesia

DOK.SKY SPORTS Mantan pemain sepak bola asal Inggris yang pernah bermain di Indonesia bersama Mitra Kukar, Marcus Bent.

Simon memiliki pengalaman pada musim 2012 ketika menangani Mitra Kukar. Saat itu, Simon memiliki pemain depan level Premier League, Marcus Bent asal Inggris.

Namun, eks striker Crystal Palace dan Blackburn Rovers itu hanya bertahan setengah musim di Indonesia Super League (ISL). Sebab, Marcus gagal memahami cara main rekan setimnya.

”Level permainan Marcus Bent jauh di atas pemain Indonesia, dia gagal maksimal. Artinya, pemahaman permainan sepak bola di negeri ini dan Premier League misalnya jauh. Itu akan jadi masalah,” kata Simon.

”Berdasarkan pengalaman itu, saya tidak butuh marquee player di Bhayangkara FC,” tuturnya menegaskan.

Simon juga mengatakan, aturan penerapan marquee player di Indonesia menjadi kontradiksi. Sebab, misi PSSI sekarang adalah memaksimalkan pemain muda, contohnya ketika menerapkan aturan pemain U-22 pada Piala Presiden.

”Regulasi ini kontradiksi dengan misi menaikkan pemain muda di kompetisi. Saya pikir pemain dengan status marquee player justru bertentangan dengan kebijakan baru soal batasan usia pesepak bola,” kata Simon. (Estu Santoso)

Baca: Evan Dimas Dapat "Bisikan" Setelah Indonesia Kalah dari Myanmar



Sumber JUARA
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ed Woodward Sesumbar Dukung Solskjaer Terkait Transfer Man United

Ed Woodward Sesumbar Dukung Solskjaer Terkait Transfer Man United

Liga Inggris
Suarez 'Kalahkan' Covid-19, Siap Ikut Latihan Jelang Lanjutan Liga Spanyol

Suarez "Kalahkan" Covid-19, Siap Ikut Latihan Jelang Lanjutan Liga Spanyol

Liga Spanyol
Tottenham Vs Arsenal, Mourinho Cemas Soal Kondisi Kane

Tottenham Vs Arsenal, Mourinho Cemas Soal Kondisi Kane

Liga Inggris
Anthony Joshua Tentang Kubrat Pulev: Dia Membawa Harapan Bangsanya, tetapi...

Anthony Joshua Tentang Kubrat Pulev: Dia Membawa Harapan Bangsanya, tetapi...

Sports
Anthony Joshua Soal Suporter di Duel Kontra Kubrat Pulev: Akan Jadi Skenario Intim

Anthony Joshua Soal Suporter di Duel Kontra Kubrat Pulev: Akan Jadi Skenario Intim

Sports
Laporta: Masalah Messi Bukan soal Uang, untuk Neymar Saya Tak Acuh

Laporta: Masalah Messi Bukan soal Uang, untuk Neymar Saya Tak Acuh

Liga Spanyol
Sejarah Hari Ini, Timnas Indonesia Sabet Medali Emas SEA Games 1991

Sejarah Hari Ini, Timnas Indonesia Sabet Medali Emas SEA Games 1991

Liga Indonesia
Robek Otot Kaki, Erling Haaland Terpaksa Absen hingga Januari 2021

Robek Otot Kaki, Erling Haaland Terpaksa Absen hingga Januari 2021

Bundesliga
LASK Vs Tottenham, Gareth Bale Catatkan 200 Gol Sepanjang Karier

LASK Vs Tottenham, Gareth Bale Catatkan 200 Gol Sepanjang Karier

Sports
Arteta Soal 2000 Fans di Stadion Emirates: Mereka Memberikan Energi

Arteta Soal 2000 Fans di Stadion Emirates: Mereka Memberikan Energi

Sports
Jadwal Liga Spanyol Akhir Pekan Ini: Hadangan Berat Menanti Real Madrid

Jadwal Liga Spanyol Akhir Pekan Ini: Hadangan Berat Menanti Real Madrid

Liga Spanyol
Catatan Gol Tendangan Bebas Calhanoglu, Hanya Messi yang Bisa Menandingi

Catatan Gol Tendangan Bebas Calhanoglu, Hanya Messi yang Bisa Menandingi

Sports
Resmi, Duel Anthony Joshua Vs Kubrat Pulev Dihadiri 1.000 Penonton

Resmi, Duel Anthony Joshua Vs Kubrat Pulev Dihadiri 1.000 Penonton

Sports
Ironi Arsenal: Sempurna di Liga Europa, Terpuruk di Liga Inggris

Ironi Arsenal: Sempurna di Liga Europa, Terpuruk di Liga Inggris

Liga Lain
Hasil Drawing Semifinal UEFA Nations League: Italia Vs Spanyol, Belgia Vs Perancis

Hasil Drawing Semifinal UEFA Nations League: Italia Vs Spanyol, Belgia Vs Perancis

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X