Kompas.com - 21/03/2017, 19:34 WIB
Pelatih timnas Indonesia, Luis Milla saat pertandingan persahabatan Indonesia melawan Myanmar di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/3/2017). Indonesia kalah 1-3 melawan Myanmar. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO KRISTIANTO PURNOMOPelatih timnas Indonesia, Luis Milla saat pertandingan persahabatan Indonesia melawan Myanmar di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/3/2017). Indonesia kalah 1-3 melawan Myanmar. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
|
EditorEris Eka Jaya

CIBINONG, KOMPAS.com - Pelatih tim nasional Indonesia U-22, Luis Milla, mengaku bangga dengan timnya meskipun menelan kekalahan 1-3 dari Myanmar pada laga persahabatan di Stadion Pakansari, Cibinong, Selasa (21/3/2017).

Di depan pendukungnya sendiri, Indonesia mampu unggul terlebih dulu berkat gol Ahmad Nur Hardianto pada menit ke-21.

Setelah gol tersebut, Myanmar bangkit dengan mencetak tiga gol ke gawang Indonesia yang dikawal Mochamad Diky Indriyana.

Tiga gol Myanmar diciptakan Mg Mg Lwin (31'), Kyaw Ko Ko (penalti 73'), dan Si Thu Aung (89').

"Saya sangat senang dan bangga pemain sudah memberikan yang terbaik, khususnya pada babak pertama," kata Milla seusai laga.

Milla menjelaskan bahwa kekalahan yang dialami anak asuhnya disebabkan adanya pemain senior di skuad Myanmar.

Dari 21 pemain yang dibawa pelatih Gerd Zeise, 10 di antaranya merupakan pemain senior.

Herka Yaris/Bola Pemain sayap timnas Indonesia U-22, Febri Haryadi, tengah menggiring bola saat melawan Myanmar dalam laga uji coba di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Selasa (21/2/2017).

"Jalan masih panjang. Kami memiliki pemain bagus dan mau bekerja keras serta berkorban untuk Indonesia," ujar Milla.

Milla juga memiliki alasan mengapa anak asuhnya tidak memainkan umpan-umpan pendek.

Pelatih asal Spanyol menilai gaya permainan tersebut sangat berisiko untuk dimainkan karena Myanmar tidak memberikan ruang gerak untuk Evan Dimas dan kawan-kawan.

"Kalau memakai permainan pendek, kami bisa terkena serangan balik cepat. Akhirnya, saya memerintahkan permainan bola-bola lambung," ujarnya.

Setelah laga uji coba ini, timnas U-22 dijadwalkan kembali mengikuti pemusatan latihan di Karawaci, Tangerang, hingga 25 Maret 2017.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X