Jalu W. Wirajati
Seseorang yang awalnya mengaku paham sepak bola, tetapi kemudian merasa kerdil ketika sudah menjadi wartawan bal-balan per April 2004. Seseorang yang suka olahraga, khususnya, sepak bola, tetapi menikmatinya dari tepi lapangan.

Menanti Pembuktian Nama Tengah Essien di Persib Bandung

Kompas.com - 16/03/2017, 07:07 WIB
Para suporter Persib Bandung Minggu madati kawasan Stadion Gelora Bandung Lautan Api sebelum pertandingan Persib vs Persija Jakarta, Sabtu (16/7/2016) Kontributor Bandung, Dendi RamdhaniPara suporter Persib Bandung Minggu madati kawasan Stadion Gelora Bandung Lautan Api sebelum pertandingan Persib vs Persija Jakarta, Sabtu (16/7/2016)
EditorAmir Sodikin

Persib adalah budaya 

Sudah sering kita mendengar pujian dari pemain luar negeri yang datang ke Indonesia untuk bertanding. Mereka begitu kagum bagaimana sebuah negeri yang pada awalnya tak diketahui oleh mereka, kecuali tahu bahwa Bali merupakan salah satu bagian dari negeri ini, punya gairah sepak bola luar biasa.

Setidaknya hal itu dikatakan Lee Hendrie, eks pemain Aston Villa dan tim nasional Inggris, yang pernah bermain beberapa bulan bersama klub Liga Premier Indonesia (LPI), Bandung FC, pada 2011.

"Jujur saja, saya tak tahu apa yang bisa diharapkan di sini. Saya banyak mendengar banyak hal baik tentang tempat (negara) ini, beberapa hal buruk," kata Hendrie.

"Namun, sejujurnya, sejak tiba di sini, orang-orang yang saya temui tampak luar biasa. Ini adalah pengalaman baru. Yang bikin kaget lagi adalah banyak dari mereka membicarakan saya," tuturnya melanjutkan.

Ucapan itu baru muncul dari Hendrie yang membela Bandung FC, klub yang cuma berdiri seumur jagung. Bagaimana apabila dia membela klub tradisional Indonesia, salah satunya adalah Persib Bandung?

Baca juga: Alasan Essien Pilih Persib, Bukan Klub Lain di Asia

Seperti beberapa klub besar Indonesia lain, Persib punya pendukung fanatik luar biasa. Sampai-sampai, ada ujar-ujar yang menyebutkan bahwa cuma ada satu klub di Jawa Barat (baca: Tanah Sunda), Persib!

"Persib adalah budaya, jalan hidup," tulis Antony Sutton, seorang bule asal London yang merupakan penggemar Arsenal dan baru saja menyelesaikan buku Sepak Bola, The Indonesian Way of Life.

"Klub tidak lagi menjelma sebagai sebuah tim sepak bola. Ia adalah perlambang dari sebuah budaya, jalan hidup, jauh melampaui hal-hal dari sekadar menendang bola ke sana ke mari," tutur Sutton yang begitu kagum dengan segala keunikan sepak bola Indonesia.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.