Kompas.com - 15/03/2017, 06:04 WIB
Kiper Indonesia U-19, Satria Tama, melakukan blunder saat berusaha menangkap bola dari sepakan pemain Myanmar U-19 di Vietnam Youth Training Centre, Hanoi, Senin (12/9/2016) sore. ASEANFOOTBALL.orgKiper Indonesia U-19, Satria Tama, melakukan blunder saat berusaha menangkap bola dari sepakan pemain Myanmar U-19 di Vietnam Youth Training Centre, Hanoi, Senin (12/9/2016) sore.
|
EditorAloysius Gonsaga AE

GRESIK, KOMPAS.comSatria Tama dipanggil untuk laga uji coba Timnas Indonesia U-22 kontra Myanmar di Stadion Pakansari, Cibinong, Selasa (21/3/2017). Dia termasuk dua pemain Persegres Gresik United yang dipanggil, selain Arsyad Yusgiantoro.

Bagi pemain kelahiran Sidoarjo 23 Januari 1997 tersebut, pemanggilan ini memang bukan kali pertama karena sebelumnya, Satria sudah pernah menjadi bagian Timnas U-19 pada Piala AFF 2016 di bawah asuhan Eduard Tjong. Namanya juga sempat dipanggil untuk memperkuat Timnas U-18 pada ajang Piala AFF 2015, meski gagal berangkat.

“Semoga saja pengalaman sewaktu memperkuat Timnas U-19 kemarin, akan banyak membantu saya dalam menjalani pemanggilan kali ini. Terlebih, bila nanti dipercaya tampil dalam laga uji coba menghadapi Myanmar,” kata Satria, Selasa (14/3/2017).

Untuk tergabung dalam skuad Timnas U-22 besutan Luis Milla yang diproyeksikan bertanding pada SEA Games 2017, Satria terlebih dulu harus bersaing dengan tiga nama yang sama-sama dipanggil dalam seleksi tahap ketiga.

Tiga nama tersebut adalah Kurniawan Kartika Ajie dari Persiba Balikpapan, Ravi Murdianto (PS TNI), dan Mochamad Dicky Indrayana (Bali United), yang juga kembali ingin dilihat kemampuannya oleh Luis Milla.

“Tampaknya pelatih ingin melihat kemampuan kami semua, jadi kembali dipanggil semua. Kini saya fokus saja pada persiapan diri sendiri, soal terpilih atau tidak itu urusan nanti,” ujar dia.

Sama seperti Arsyad, tim pelatih Persegres juga berharap, Satria mampu melewati fase penilaian kali ini untuk dapat memuluskan langkahnya menjadi bagian Timnas U-22.

“Saya melihat kemampuan Kurniawan dan Dicky cukup berimbang dengan Satria. Hanya mungkin Ravi yang berada sedikit di atas, karena ia sempat menjadi pilihan utama sewaktu di Timnas U-19 arahan Indra Sjafri,” tutur pelatih kiper Persegres, Ahmad Nurrosadi.

Dukungan serupa juga diberikan oleh jajaran manajemen dan para pengurus Persegres, yang berharap Satria akan terpilih.

“Kami mendukung penuh pemanggilan Satria dan Arsyad, dan berdoa supaya mereka berdua dapat menjadi bagian Timnas U-22, meski kami sebenarnya membutuhkan tenaga mereka dalam persiapan menghadapi kompetisi,” ucap manajer Persegres, Bagoes Cahyo Yuwono.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.