Kompas.com - 14/03/2017, 23:25 WIB
Salah satu aksi Dendy Sulistyawan (kiri) saat memperkuat Persela Lamongan di pentas TSC 2016. HamzahSalah satu aksi Dendy Sulistyawan (kiri) saat memperkuat Persela Lamongan di pentas TSC 2016.
|
EditorAloysius Gonsaga AE

LAMONGAN, KOMPAS.com – Sejak kecil Dendi Sulistyawan memimpikan bisa memperkuat Timnas Indonesia. Mimpi itu mendekati kenyataan karena dia masuk dalam daftar pemain yang dipanggil memperkuat Timnas U-22 untuk uji coba kontra Myanmar di Stadion Pakansari, Cibinong, Selasa (21/3/2017) nanti.

Namun, pemanggilan ini tak membuat dia otomatis masuk skuad Garuda Muda untuk SEA Games 2017. Hal itu dikatakan oleh Pelatih Timnas U-22 Luis Milla.

“Alhamdulillah, rezeki itu akhirnya datang kembali. Saya memang terus berusaha meningkatkan penampilan dengan harapan bisa terus menarik perhatian pelatih untuk menjadi bagian Timnas U-22,” tutur Dendi saat dikonfirmasi, Selasa (14/3/2017).

Penyerang kelahiran Lamongan 12 Oktober 1996 itu juga menyatakan, siap total menunjukkan kemampuan yang dimilikinya, bila memang dipercaya Luis Milla tampil dalam laga tersebut. Terlebih, ia mengaku klop dengan strategi yang dikehendaki sang pelatih pada saat menjalani seleksi, meski Dendi baru dipanggil dalam tahapan ketiga seleksi.

“Saya bersyukur, saat dipanggil ikut seleksi kemarin bisa mencetak gol dalam sesi game internal. Dan bersyukur lagi, rupanya pelatih masih ingin melihat kemampuan saya, sehingga kesempatan ini harus saya manfaatkan betul. Semoga saya bisa menjadi bagian dari Timnas U-22, guna mewujudkan cita-cita saya sejak kecil,” kata dia.

Sama seperti pada saat komposisi seleksi pemain tahap ketiga, dalam kesempatan kali ini, Dendi juga dipanggil bersama dengan mantan kompatriotnya di Persela Lamongan Ahmad Nur Hardianto, guna mengisi slot di posisi striker murni.

“Keputusan menjadi pemain timnas nantinya, memang berada dalam kewenangan penuh pelatih. Saya sudah siap menjalaninya, sekaligus akan membuktikan diri jika saya memang layak menjadi bagian dalam komposisi pemain itu nantinya,” ujar Dendi yang kini memperkuat Bhayangkara FC, karena keinginannya menjadi anggota polisi.

Potensi Dendi sendiri sudah sempat dilirik mantan arsitek Timnas Indonesia senior di ajang AFF 2016, Alfred Riedl. Bahkan, ia sudah sempat dipanggil untuk mengikuti seleksi waktu itu. Sayang, namanya batal tergabung dalam skuad Timnas di Piala AFF 2016, karena kalah bersaing dengan para penyerang senior.

“Tapi sekarang kan semua pemain sama-sama berusia muda. Saya tetap optimistis, semoga saja saya akan menjadi pemain yang terpilih menjadi bagian Timnas U-22,” ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.