Kalah, PBFC Akui Limbung Setelah Yamashita Tak Bisa Lanjutkan Laga

Kompas.com - 13/03/2017, 11:10 WIB
KRISTIANTO PURNOMO Pemain Pusamania Borneo FC, Yamashita keluar lapangan setelah berbenturan dengan pemain Arema FC, Nasir pada pertandingan final Piala Presiden 2017 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Minggu (12/3/2017). Arema FC tampil menjadi juara Piala Presiden 2017 setelah menang dengan skor 5-1. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

CIBINONG, KOMPAS.com - Pelatih Pusamania Borneo FC ( PBFC) II, Ricky Nelson, mengakui timnya limbung setelah bek asal Jepang, Yamashita Kunihiro, ditarik keluar. Sang pemain menderita cedera otot tendon pada menit ke-25.

Imbas cedera tersebut, Yamashita digantikan oleh Firly Apriansyah pada menit ke-26. Alhasil, nama terakhir harus berduet bersama Dirkir Kohn Glay hingga akhir pertandingan.

Tiga menit berselang setelah pergantian, Arema FC mampu membuka keunggulan lewat gelandang Hanif Sjahbandi pada menit ke-29.

Memanfaatkan kemelut di depan gawang Pusamania Borneo FC (PBFC) II, gol Hanif tersebut menjadi awal malapetaka Asri Akbar dkk.

"Ya, kehilangan bek tengah di tengah laga memang krusial. Yamashita adalah roh kami," kata Ricky Nelson pada sesi jumpa pers pasca-laga.

"Sayangnya, tipe Firly dan Dirkir sama. Mereka bek yang sama-sama lebih oke bermain man to man," tutur Ricky.

Ricky menambahkan, Yamashita ialah bek bertipe pembaca permainan. Artinya, tanpa dia, PBFC II bermain dengan bek bertipe sama pada sisa laga.

"Rencana kami miss di situ. Sebetulnya, kami mempersiapkan Firly untuk Dirkir yang sebelumnya sempat sedikit cedera," ucap dia.

Adapun laga final Presiden 2017 ini dimenangkan oleh Arema dengan skor telak 5-1. PBFC II menjadi runner-up dan berhak menerima Rp 2 miliar.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorEris Eka Jaya
SumberJUARA
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X