Bhayangkara FC Meminta Pelatih Timnas Tetap Pantau Putu dan Hargianto

Kompas.com - 09/03/2017, 18:21 WIB
Duo pemain belakang Bhayangkara FC, Otavio Dutra dan Indra Kahfi bertanya ke wasit terkait kartu merah untuk Putu Gede (kanan) saat timnya bersua Arema FC pada laga pertama Grup B Piala Presiden 2017 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (5/2/2017). SUCI RAHAYU/JUARA.NETDuo pemain belakang Bhayangkara FC, Otavio Dutra dan Indra Kahfi bertanya ke wasit terkait kartu merah untuk Putu Gede (kanan) saat timnya bersua Arema FC pada laga pertama Grup B Piala Presiden 2017 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (5/2/2017).
|
EditorJalu Wisnu Wirajati

GRESIK, KOMPAS.com – Manajemen Bhayangkara FC mencoba meminta PSSI dan jajaran pelatih tim nasional untuk memberi kesempatan kepada I Putu Gede Juni Antara dan Muhammad Hargianto untuk melakoni seleksi timnas Indonesia U-22 tahap ketiga.

Dua pemain itu absen pada seleksi ketiga karena mengikuti pelantikan sebagai anggota polisi. 

Menurut Asisten Manajer Bhayangkara FC, AKBP Sumardji, acara pelantikan sebagai anggota kepolisian dilangsungkan berbarengan dengan agenda seleksi dan prosesi itu sendiri tidak bisa diwakilkan kepada pihak lain.

“Saya sudah koordinasi dengan Bayu (Eka Sari Teguh, asisten Luis Milla) dan Bima (Sakti, asisten pelatih timnas U-22), supaya Putu dan Hargianto diberi kesempatan untuk menjalani seleksi susulan," tutur Sumardji saat dihubungi, Kamis (9/3/2017). 

“Ini saya mau hubungi mereka kembali. Kalau memang mengharuskan surat keterangan dari manajemen atau jajaran kepolisian, kami siap memfasilitasi supaya Putu dan Hargianto tetap dapat menjalani haknya mengikuti seleksi di timnas,” kata dia.

Putu maupun Hargianto sebenarnya sudah dua kali dipanggil untuk mengikuti seleksi timnas U-22. Yakni, pada tahap pertama dan kedua. Menurut Sumardji, seleksi itu seharusnya sudah bisa dijadikan acuan bagi PSSI ataupun jajaran pelatih timnas.

“Partisipasi keduanya dalam dua tahapan seleksi sebelumnya sudah bisa dijadikan indikator, bahwa mereka juga ingin menjadi bagian dari timnas U-22 nantinya," ucap Sumardji. 

"Karena kemarin ada hal yang lebih urgent, makanya dengan terpaksa mereka berdua tidak bisa hadir. Saya kira PSSI maupun pelatih timnas memahami persoalan ini,” tuturnya lagi.

Ia pun menandaskan, selepas resmi dilantik menjadi anggota kepolisian per 7 Maret 2017 kemarin, baik Hargianto maupun Putu menyatakan sudah siap dipanggil sewaktu-waktu, bila memang ada seleksi susulan dilaksanakan.

“Mereka berdua sudah menegaskan hal itu kepada saya maupun jajaran manajemen Bhayangkara FC lain,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Kasubdit Regident Direktorat Lalu Lintas, Polda Jawa Timur ini.

Selain Putu dan Hargianto, para pemain Bhayangkara FC lain yang dilantik menjadi anggota polisi dalam prosesi tersebut adalah Muhammad Sahrul Kurniawan, Muhammad Fatchurohman, Maldini Pali, Wahyu Subo Seto, Mukhlis Hadi Ning Syaifulloh, dan Antoni Putro Nugroho.

Mereka semua di tempatkan di kesatuan lalu lintas Polda Jawa Timur, dengan pangkat Brigadir Remaja Polri.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X