Luis Milla Cerita soal Macet dan Masakan Indonesia

Kompas.com - 01/03/2017, 06:22 WIB
Pelatih Timnas Indonesia U-22 Luis Milla saat melakukan seleksi pemain di Lapangan Sekolah Pelita Harapan, Tangerang, Banten, Rabu (22/2/2017). Sebanyak 25 pemain mengikuti seleksi pertama Timnas U-22 proyeksi SEA Games 2017. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOPelatih Timnas Indonesia U-22 Luis Milla saat melakukan seleksi pemain di Lapangan Sekolah Pelita Harapan, Tangerang, Banten, Rabu (22/2/2017). Sebanyak 25 pemain mengikuti seleksi pertama Timnas U-22 proyeksi SEA Games 2017.
|
EditorJalu Wisnu Wirajati

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelatih tim nasional Indonesia U-22, Luis Milla Aspas (50), mengaku mulai betah setelah  hampir sebulan tinggal di Indonesia. Namun, satu hal yang dikeluhkan juru taktik asal Spanyol itu adalah kemacetan lalu lintas. 

Milla menetap di Indonesia sejak 8 Februari 2017. Mantan pelatih Spanyol U-21 itu membawa sang istri dan tinggal di salah satu apartemen di kawasan Karawaci, Tangerang, Banten.

Selain Jakarta, beberapa kota pun sudah dikunjungi Milla. Sebut saja Malang (Jawa Timur) dan Gianyar (Bali). Adapun dua kota yang disebut terakhir menjadi tempat dia memantau pemain pada Piala Presiden 2017.

"Ya, saya sangat bahagia di Indonesia. Namun, saya tidak suka dengan macetnya. Selain itu, semua bagus," ucap Milla yang diikuti gelak tawa wartawan yang hadir pada sesi jumpa pers di Hotel Yasmin, Karawaci, Selasa (28/2/2017).

Selain kemacetan lalu lintas, Milla juga buka suara menyoal makanan di Indonesia. Pelatih yang diketahui menyukai sop buntut itu, menyebutkan perbedaan makanan di sini dengan di Spanyol.

Bahkan, untuk melepas kerinduan akan santapan negeri asalnya, Milla sempat megunjungi salah satu restoran Spanyol di Jakarta.

"Saya masih suka masakan Indonesia, memang ada perbedaan dengan Spanyol. Makan di sini cukup enak walaupun lebih pedas," tutur Milla.

Milla dikontrak selama dua tahun oleh PSSI. Eks pemain Real Madrid dan Barcelona itu ditargetkan mengantarkan Indonesia U-22 menyabet medali emas pada ajang SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia, 19-31 Agustus mendatang. (Segaf Abdullah)



Sumber JUARA
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X