Kompas.com - 24/02/2017, 16:50 WIB
Pelatih timnas U-22 Indonesia Luis Milla saat seleksi timnas U-22 Indonesia di Lapangan Sekolah Pelita Harapan, Tangerang, Banten, Rabu (22/2/2017). Sebanyak 25 pemian sepak bola mengikuti seleksi pertama Timnas Indonesia U-22 proyeksi SEA Games 2017. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOPelatih timnas U-22 Indonesia Luis Milla saat seleksi timnas U-22 Indonesia di Lapangan Sekolah Pelita Harapan, Tangerang, Banten, Rabu (22/2/2017). Sebanyak 25 pemian sepak bola mengikuti seleksi pertama Timnas Indonesia U-22 proyeksi SEA Games 2017.
EditorJalu Wisnu Wirajati

JAKARTA, KOMPAS.com - Guna melakukan percepatan dalam proses pembentukan tim nasional, PSSI telah mencanangkan kursus bahasa Indonesia bagi pelatih timnas asal Spanyol, Luis Milla.

Selama ini, Luis Milla berkomunikasi dengan para pemain yang mengikuti seleksi timnas U-22 dengan melalui penerjemah. Bayu Eka Sari biasanya menjadi penerjemah mantan pelatih timnas U-19 Spanyol.

Namun, memasuki area teknis, Bayu jarang terlibat. Milla lebih banyak dibantu Eduardo Perez ketika memberi instruksi kepada para pemain.

Setelah proses seleksi tahap pertama berakhir pada Kamis (23/2/2017), Luis Milla akan segera mendapatkan kursus bahasa Indonesia. Hal ini dikemukakan oleh Direktur Media dan Hubungan Internasional PSSI, Hanif Thamrin, Jumat (24/2/2017).

"Luis Milla belum genap sebulan berada di Indonesia dan kami sudah mencanangkan les bahasa Indonesia bagi Milla setelah proses seleksi berakhir," tulis Hanif dalam surat resmi PSSI bernomor 009/MEDIA/II-2017 kepada Kompas.com, Jumat sore.

Surat resmi PSSI tersebut untuk menanggapi artikel Kompas.com berjudul "Luis Milla dan Kebingungan" yang tayang pada Jumat pagi.

Menurut Hanif, para pemain timnas U-22 telah bisa memahami instruksi Milla dengan baik, tidak ada kebingungan. Hal itu terlihat pada latihan game pada hari pamungkas seleksi tahap pertama.

"Luis Milla merasa pesan yang ingin disampaikan kepada pemain bisa tersampaikan sehingga dalam sesi latih tanding permainan tim begitu mengalir. Karena jika pemain tidak mengerti, permainan akan dihentikan setiap menit, dan hal itu tidak terjadi," tulis Hanif. 

PSSI, menurut Hanif, pun berharap media memberi dukungan penuh pada persiapan Milla dalam mencapai target juara di SEA Games.

Selain itu, Hanif juga mengingatkan perihal kebijakan media dalam mewawancarai pemain yang dipanggil ke timnas harus melalui media officer PSSI. Hal ini dimaksudkan agar para pemain bisa fokus dalam menjalani pemusatan latihan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X