Anak Asuh Luis Milla Mulai Bisa Menghindari Kerupuk

Kompas.com - 23/02/2017, 17:05 WIB
Suasana seleksi pemain Timnas Indonesia U-22 di Lapangan Sekolah Pelita Harapan, Tangerang, Banten, Rabu (22/2/2017). Sebanyak 25 pemain mengikuti seleksi pertama Timnas U-22 proyeksi SEA Games 2017. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOSuasana seleksi pemain Timnas Indonesia U-22 di Lapangan Sekolah Pelita Harapan, Tangerang, Banten, Rabu (22/2/2017). Sebanyak 25 pemain mengikuti seleksi pertama Timnas U-22 proyeksi SEA Games 2017.
|
EditorAloysius Gonsaga AE

BANTEN, KOMPAS.com - Dokter Syarief Alwi menilai pemain yang mengikuti seleksi tim nasional U-22 mulai bisa menjalankan instruksi jajaran pelatih, termasuk dalam hal menghindari makanan yang tidak disarankan untuk seorang atlet.

"Pemain ini memang beda. Dia sudah mulai terbiasa dengan tidak makan makanan yang kurang disarankan seperti kerupuk. Mereka langsung bisa menerima," kata pria yang akrab dipanggil Papi ini di sela latihan timnas di lapangan Karawaci, Tangerang, Banten, seperti dikutip dari Antara, Kamis (23/2/2017).

Melihat keseharian pemain yang menjalani seleksi, Syarief mengakui mereka memiliki tingkat kebugaran yang bagus. Bahkan, untuk memenuhi gizi dan kalori, semua pemain juga terlihat nyaman saat mengonsumsi makanan yang disediakan.

"Mereka makannya banyak. Mereka juga tidak mengeluh dengan makanan yang disiapkan. Semuanya dimakan. Saya cukup senang melihat kondisi mereka," kata dokter senior itu.

Syarief menambahkan, kondisi ini harus terus dipertahankan. Pihaknya juga berharap perilaku pemain ini dibawa kembali ke klubnya masing-masing sehingga saat dipanggil masuk timnya tidak kaget dengan sistem yang digunakan.

Sistem makan yang tepat, kata dia, sangat berdampak pada kondisi fisik pemain. Hal itu dibuktikan saat menjalani seleksi selama tiga hari terakhir di bawah pimpinan pelatih Luis Milla. Pemain terlihat tenang meski digembleng dengan program yang berat.

"Lihat pertandingan tadi. Semua pemain dalam kondisi bugar sehingga mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya. Jika ada yang bermasalah, tidak sampai krusial. Itu biasa dalam bermain bola," kata Papi menegaskan.

Pada pertandingan internal, semua pemain yang dipanggil turun ke lapangan. Mereka diminta menunjukkan kemampuan terbaiknya sebelum dipulangkan ke klubnya. Hasilnya banyak pemain yang benar-benar maksimal, seperti yang dilakukan Saddil Ramdani.

"Saya mulai bisa beradaptasi dengan program Luis Milla meski belum maksimal. Saya senang cara melatih Luis Milla. Yang jelas, sejak hari pertama saya berusaha menunjukkan kemampuan terbaik," kata Saddil usai latihan.

Pemain Persela Lamongan ini pada pertandingan internal mampu mencetak satu gol. Hanya saja, kata dia, meski mampu membuat gol belum menjadi jaminan untuk masuk menjadi pemain timnas U-22 untuk turun di SEA Games 2017.



Sumber ANTARA
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X