Tersingkir, Ini Pernyataan Pelatih Persija

Kompas.com - 17/02/2017, 06:22 WIB
Pelatih Persija Jakarta Stefano Cugurra Teco bersama Bambang Pamungkas saat konferensi pers seusai pertandingan melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (11/2/2017) Kontributor Malang, Andi HartikPelatih Persija Jakarta Stefano Cugurra Teco bersama Bambang Pamungkas saat konferensi pers seusai pertandingan melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (11/2/2017)
|
EditorAloysius Gonsaga AE

MALANG, KOMPAS.com - Asa Persija Jakarta untuk lolos ke babak delapan besar Piala Presiden 2017 pupus setelah kalah tipis 0-1 dari Bhayangkara FC dalam laga terakhir Grup B di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Kamis (16/2/2017).

Persija yang mengejar poin penuh harus mengakui kekuatan tim lawan setelah kebobolan pada menit ke-85. Gol tunggal Bhayangkara FC yang dicetak Ilham Udin Armaiyn tidak mampu dibalas oleh Persija hingga pertandingan usai.

Menanggapi kekalahan itu, pelatih Persija Alessandro Stefano Cugurra mengaku bahwa timnya hanya tampil bagus pada babak pertama. Pada paruh kedua, performa tim menurun sehingga kebobolan dan kalah.

"Pada babak pertama kami main bagus. Kami mengontrol pertandingan. Punya passing. Pada babak kedua kurang bagus. Kami punya beberapa assist tetapi tidak bisa finishing, tidak bisa cetak gol," katanya saat konferensi pers usai laga.

Teco, sapannya, mengaku tidak risau dengan kekalahan itu. Menurutnya, tersingkirnya Persija dari Piala Presiden bisa menambah waktu latihan untuk menghadapi kompetisi Liga 1.

"Sekarang kami konsentrasi latihan buat yang kompetisi," ucapnya.

Ia juga menegaskan bahwa Piala Presiden bukan menjadi target utamanya. Ia mengaku menjadikan pertandingan turnamen pra-musim ini sebagai ajang menguji kemampuan pemain.

"Ini bukan target juara. Ini target coba pemain. Ada beberapa pemain seleksi dari U-23, beberapa pemain asing seleksi. Terus ini bukan target juara. Ini benar-benar target seleksi," katanya.

Oleh karenanya, ia selalu melakukan pergantian pemain meski pola permainan sedang berjalan bagus. Hal itu untuk memberikan kesempatan kepada pemain yang lain untuk tampil menunjukkan kemampuannya.

"Meskipun tim sudah bagus, saya tetap ganti. Kenapa, saya mau kasih waktu buat saya lihat. Terus semua pemain bisa main dan saya lihat," tuturnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X