PSSI Tunjuk Pelatih Timnas Putri

Kompas.com - 15/02/2017, 01:02 WIB
Rully Nere dan Ricky Yacobi tengah berbincang jelang Kongres PSSI di Hotel Aryaduta, Bandung, Sabtu (7/1/2017). Jalu W Wirajati/Kompas.comRully Nere dan Ricky Yacobi tengah berbincang jelang Kongres PSSI di Hotel Aryaduta, Bandung, Sabtu (7/1/2017).
|
EditorJalu Wisnu Wirajati

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemain sepak bola era 1980-an, Rully Nere, resmi menjabat sebagai pelatih tim nasional sepak bola putri yang akan berlaga di Piala AFF 2017 di Thailand pada 26 Mei hingga 4 Juni 2017. 

"Saya sudah resmi menjadi pelatih tim nasional putri. Ini tantangan untuk saya sekaligus kesempatan memperbaiki persepakbolaan putri," ujar Rully seperti dikutip dari Antara, Selasa (14/2/2017).

Dia melanjutkan, kontrak sebagai pelatih ditandatanganinya di Kantor PSSI, Jakarta, pada Selasa. Perjanjian kepelatihan tersebut berdurasi sekitar enam bulan dan berakhir pada Agustus 2017.

Terkait asistennya, Rully mengatakan hal itu akan dibicarakan lebih lanjut dengan Direktur Teknik Tim Nasional, Danurwindo.

Nama Rully sendiri tidak asing lagi di kancah persepakbolaan putri Indonesia. Pria asli Papua bernama lengkap Rully Rudolf Nere ini pernah menangani timnas putri yang berlaga di Piala AFF Wanita tahun 2015 di Vietnam. Saat itu, Indonesia tidak lolos dari fase grup.

Namun, hasil yang cukup mengecewakan tersebut tidak membebani Rully Nere. Bahkan, dia siap memenuhi permintaan PSSI yang menginginkan timnas putri meraih posisi empat besar di Piala AFF Wanita 2017.

"Saya rasa target itu realistis. Tentu kami harus berusaha keras," tutur pria berusia 59 tahun itu.

Terpilihnya Rully Nere sebagai pelatih tim nasional putri Indonesia tidak lepas dari keyakinan PSSI yang menganggap dirinya berpengalaman menukangi kesebelasan perempuan.

Hal ini disampaikan oleh anggota Komite Eksekutif (Exco) Papat Yunisal. Menurut Papat, Rully sudah paham kekuatan timnas putri Indonesia dan dapat memetakan kekuatan lawan di Asia Tenggara.

"Jadi adaptasinya tidak akan lama," tutur Papat.

Pelatih tim nasional sepak bola putri nantinya memimpin seleksi pemain mulai mulai 8 sampai 16 Maret 2017 di Stadion Sriwedari, Solo.

Seleksi itu bersifat undangan atau invitasi dan diikuti oleh sepuluh asosiasi provinsi (asprov) yang sebelumnya berkompetisi dalam Piala Pertiwi 2014 seperti Papua, Yogyakarta dan Jawa Timur, serta dua tim dari Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) dan satuan Polisi Wanita (Polwan).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terpopuler

komentar di artikel lainnya
Close Ads X