Kompas.com - 03/02/2017, 04:06 WIB
 Pelatih Indra Sjafri memimpin latihan di Paris Saint-Germain (PSG) Academy Bali pada Sabtu (28/1/2017). Dok. Bali United Pelatih Indra Sjafri memimpin latihan di Paris Saint-Germain (PSG) Academy Bali pada Sabtu (28/1/2017).
|
EditorJalu Wisnu Wirajati

JAKARTA, KOMPAS.com - Paris Saint-Germain (PSG) Academy Bali telah berhasil menjaring 56 anak untuk bergabung setelah akademi ini diluncurkan pada 4 Desember 2016. Sekolah sepak bola ini merupakan wujud implementasi kerja sama dengan PSG.

Dengan mengenakan seragam khas PSG, anak-anak dari berbagai kelompok umur terlihat antusias mengikuti latihan perdana yang digelar di Lapangan Tri Sakti, Legian, pada Sabtu (28/1/2017) pagi.

Para peserta dibagi menjadi tiga kelompok umur yaitu kelompok grassroots (9-12 tahun), youth formative fase (13-15 tahun), dan final formative fase (16-19 tahun). Seluruh peserta tampak bersemangat sejak latihan dimulai pukul 07.00 WITA.

Materi yang diberikan dalam sesi latihan perdana adalah passing yang baik dan benar. Passing juga merupakan salah satu teknik dasar dalam permainan sepak bola.

Materi latihan diberikan oleh tim pelatih Bali United seperti pelatih Indra Sjafri, asisten pelatih Eko Purjianto dan Made Pasek Wijaya, serta pelatih kepala Bali United U-21, I Wayan Arsana.

Kehadiran pemain Bali United semakin menambah semangat para peserta untuk berlatih. Mereka adalah Irfan Bachdim, I Kadek Wardana, I Nyoman Sukarja, dan Miftahul Hamdi yang turut serta memberikan materi kepada para peserta PSG Academy Bali.

Secara khusus Irfan Bachdim juga mengajarkan teknik dribbling. Para peserta tampak antusias terinspirasi oleh pemain bola di hadapannya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Indra mengaku senang dengan antusiasme para peserta akademi yang notabene adalah anak-anak usia muda. Sebagai langkah awal, Indra Sjafri akan terus memberikan materi-materi dasar tentang sepak bola.

"Saya sangat mengapresiasi banyaknya peserta. Untuk materi latihan, kami fokus pada passing. Setelah itu, kami akan lanjutkan dengan materi dasar lainnya, control dan dribble. Tiga kemampuan dasar itu harus dikuasai terlebih dulu apabila ingin menjadi pemain sepak bola," ujar Indra Sjafri.

Kehadiran PSG Academy hosted by Bali United tidak terlepas dari dukungan Achilles dan Corsa. Pihak sponsor Bali United itu optimistis bisa mendampingi anak-anak Indonesia menuju panggung sepak bola dunia.

“Kami tidak menyangka antusiasme anak-anak ini begitu luar biasa hingga menembus target jumlah peserta," ujar Pieter Tanuri, Presiden Direktur PT Multistrada Arah Sarana Tbk selaku produsen ban tersebut. 

"Kami sadar segalanya membutuhkan proses. Kami percaya, ide mengembangkan skill dengan metode dari PSG, ini akan membawa sepak bola Indonesia ke arah yang lebih baik,” ujar salah satu anggota Komite Eksekutif PSS itu.

Latihan PSG Academy akan rutin berlangsung setiap Rabu sore dan Sabtu pagi. PSG Academy Bali juga masih membuka pendaftaran bagi anak-anak yang ingin bergabung. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X