Kompas.com - 21/01/2017, 07:35 WIB
Pesepak bola Indonesia Manahati Lestusen saat mengejar bola pada semi final putaran pertama AFF Suzuki Cup 2016 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (3/12/2016). Indonesia memang atas Vietnam dengan skor 2-1. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGPesepak bola Indonesia Manahati Lestusen saat mengejar bola pada semi final putaran pertama AFF Suzuki Cup 2016 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (3/12/2016). Indonesia memang atas Vietnam dengan skor 2-1.
|
EditorAloysius Gonsaga AE

KOMPAS.com — Pemain bertahan tim nasional (timnas) Indonesia, Manahati Lestusen, menyoroti gaya permainan Luis Milla, yang baru terpilih sebagai pelatih anyar.

Milla diumumkan sebagai pelatih tim senior pada jumpa pers di Kantor PSSI, Kuningan, Jumat (20/1/2017). Dia juga akan menangani timnas U-22 yang akan tampil pada SEA Games 2017.

Penunjukan pria berusia 50 tahun itu melahirkan harapan besar untuk publik sepak bola nasional. Maklum, rekam jejak Milla sudah teruji di level internasional.

Dia sempat mengasuh timnas Spanyol untuk empat level usia, yaitu U-23, U-21, U-20, dan U-19. Milla selalu konsisten dengan permainan tiki-taka bersama tim-tim tersebut.

Menurut Manahati, timnas Indonesia juga memiliki kemampuan untuk menerapkan gaya serupa.

"Pasti cocok. Soalnya, gaya tersebut memang ciri khas timnas. Pemain Indonesia juga dikenal memiliki kecepatan kan," ucap Manahati kepada Kompas.com.

Tiki-taka ala Milla juga melahirkan prestasi buat La Rojita, julukan tim yunior Spanyol. Mereka menjuarai Piala Eropa U-21 pada 2011.

Manahati pun mengharapkan tuah serupa juga bisa menular kepada timnas Indonesia, yang "cuma" merebut runner-up pada Piala AFF 2016.

"Saya berharap pelatih baru bisa membantu Indonesia meraih prestasi lebih baik ke depan," tutur pemain yang mencetak satu gol pada Piala AFF 2016 itu.

Hanya, Manahati harus bersabar untuk bekerja sama dengan Milla. Sebab, tugas pertama Milla adalah SEA Games 2017.

Manahati tidak bisa tampil dalam kejuaraan tersebut karena sudah melewati batas usia.

Kompas TV Kerja Keras Timnas Indonesia di Piala AFF 2016



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hasil Olimpiade Tokyo 2020 - Tumbangkan Wakil India, Marcus/Kevin ke Perempat Final

Hasil Olimpiade Tokyo 2020 - Tumbangkan Wakil India, Marcus/Kevin ke Perempat Final

Badminton
Hifumi dan Uta Abe, Dua Bersaudara yang Raih Medali Emas di Olimpiade Tokyo 2020

Hifumi dan Uta Abe, Dua Bersaudara yang Raih Medali Emas di Olimpiade Tokyo 2020

Sports
Kalah dari Wakil Jepang, Praveen/Melati Kecewa Tak Mampu Tampil Lepas

Kalah dari Wakil Jepang, Praveen/Melati Kecewa Tak Mampu Tampil Lepas

Badminton
Ancelotti Marah-marah, Keputusan Wasit Berubah, Real Madrid Kalah

Ancelotti Marah-marah, Keputusan Wasit Berubah, Real Madrid Kalah

Liga Spanyol
Gugur, Tim Panahan Putra Indonesia di Olimpiade Tokyo Keluhkan Angin

Gugur, Tim Panahan Putra Indonesia di Olimpiade Tokyo Keluhkan Angin

Sports
Ini Persiapan Terkini PON XX Papua 2021

Ini Persiapan Terkini PON XX Papua 2021

Sports
Profil Kento Momota, Juara Dunia yang Jadi Pusat Perhatian di Olimpiade Tokyo 2020

Profil Kento Momota, Juara Dunia yang Jadi Pusat Perhatian di Olimpiade Tokyo 2020

Sports
Pelatih Persib Bicara Kemungkinan Datangkan Pemain Baru Lagi

Pelatih Persib Bicara Kemungkinan Datangkan Pemain Baru Lagi

Liga Indonesia
Hasil Badminton Olimpiade Tokyo, Praveen/Melati Takluk dari Wakil Jepang

Hasil Badminton Olimpiade Tokyo, Praveen/Melati Takluk dari Wakil Jepang

Badminton
CEO Inter Milan: Romelu Lukaku Tidak Dijual!

CEO Inter Milan: Romelu Lukaku Tidak Dijual!

Liga Italia
Tiba-tiba Ada “Cristiano Ronaldo” di Cabor Anggar Olimpiade Tokyo 2020

Tiba-tiba Ada “Cristiano Ronaldo” di Cabor Anggar Olimpiade Tokyo 2020

Sports
Hasil Panahan Olimpiade Tokyo 2020, Riau Ega dkk Terhenti di 16 Besar

Hasil Panahan Olimpiade Tokyo 2020, Riau Ega dkk Terhenti di 16 Besar

Sports
Marcus Fernaldi Gideon, Sempat Keluar dari Cipayung Kini Diandalkan Rebut Emas Olimpiade 2020

Marcus Fernaldi Gideon, Sempat Keluar dari Cipayung Kini Diandalkan Rebut Emas Olimpiade 2020

Sports
Andre-Pierre Gignac, Si Pelawan Arus yang Bersinar di Olimpiade Tokyo 2020

Andre-Pierre Gignac, Si Pelawan Arus yang Bersinar di Olimpiade Tokyo 2020

Sports
Semangat Nonton Olimpiade Tokyo, Griezmann Mimpi Tampil di Paris 2024

Semangat Nonton Olimpiade Tokyo, Griezmann Mimpi Tampil di Paris 2024

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X