Kompas.com - 14/01/2017, 08:25 WIB
Megabintang FC Barcelona, Lionel Messi, merayakan golnya ke gawang Espanyol dalam lanjutan La Liga, di Stadion Camp Nou, Minggu (18/12/2016) waktu setempat. JOSEP LAGO/AFPMegabintang FC Barcelona, Lionel Messi, merayakan golnya ke gawang Espanyol dalam lanjutan La Liga, di Stadion Camp Nou, Minggu (18/12/2016) waktu setempat.
|
EditorNugyasa Laksamana

BARCELONA, KOMPAS.com - Jangan pernah macam-macam dengan Lionel Messi. Sekali meragukan kapasitas sang megabintang, karier menjadi taruhan. Hal itu terjadi pada Pere Gratacos (58), yang dipecat FC Barcelona setelah berkomentar "kontroversial" soal Messi.

Pada Jumat (13/1/2016) waktu Spanyol beredar kabar pemecatan terhadap Gratacos. Dia adalah Direktur Hubungan Kelembagaan Barcelona.

Gratacos kehilangan jabatannya setelah melontarkan pernyataan yang menyinggung kinerja Lionel Messi untuk tim.

Menurut pria yang sempat memoles sang bintang di akademi Barcelona itu, Messi harus berterima kasih karena rekan-rekannya membantu dia meraih segunduk prestasi level klub dan personal.

"Barcelona tidak berdiri hanya karena Messi. Dia sangat penting, tetapi tak akan sehebat sekarang tanpa bantuan (Andres) Iniesta, Neymar, Luis Suarez, (Gerard) Pique, dan rekannya yang lain. Tapi, Messi memang yang terbaik," ucap Gratacos.

Mantan pemain Barcelona B itu mengungkapkannya setelah menghadiri acara undian babak perempat final Copa del Rey pada Jumat (13/1/2016).


Komentar Gratacos terkait isu perpanjangan kontrak Messi yang masih tertunda dalam pertimbangan klub.

Kabar pemecatan Gratacos terbilang mengejutkan lantaran dialah yang memberikan rekomendasi kepada pelatih Frank Rijkaard agar memberi Messi kesempatan bermain di tim utama ketika masih menjadi anggota skuat junior.

Gratacos memoles Barcelona B pada 2003-2005. Namun, pemecatan jadi bisa diperkirakan karena mantan bek tengah Osasuna itu pernah mengeluarkan komentar menarik lain mengenai Messi sebelumnya.

"Banyak Messi-Messi yang lain di Afrika. Saya melatih Messi dua tahun dan saya bisa bilang bahwa banyak pemain yang selevel dengan dia," kata Gratacos pada 2010.

Menurutnya, Messi menjadi hebat karena ditempa di La Masia. Sementara talenta-talenta selevel yang disebutkan Gratacos tak bisa tumbuh di dunia yang sama dan mendapatkan kesempatan setara karena tidak mencicipi kompetisi ketat tingkat dini seperti Messi. (Beri Bagja)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber JUARA
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pendaratan Telapak Kaki dalam Lari Jarak Menengah

Pendaratan Telapak Kaki dalam Lari Jarak Menengah

Sports
Variasi Gerak Dasar Lokomotor, Non-lokomotor, dan Manipulatif dalam Pencak Silat

Variasi Gerak Dasar Lokomotor, Non-lokomotor, dan Manipulatif dalam Pencak Silat

Sports
H-2 Timnas Indonesia Vs Kamboja, Skuad Garuda Jalani Latihan di Hotel

H-2 Timnas Indonesia Vs Kamboja, Skuad Garuda Jalani Latihan di Hotel

Liga Indonesia
Piala AFF 2020 - Dua Pemain Malaysia Positif Covid-19, Timnas Indonesia Perketat Prokes

Piala AFF 2020 - Dua Pemain Malaysia Positif Covid-19, Timnas Indonesia Perketat Prokes

Liga Indonesia
Penerima Asisst Egy Maulana Vikri Hengkang dari FK Senica

Penerima Asisst Egy Maulana Vikri Hengkang dari FK Senica

Liga Indonesia
PSG Vs Club Brugge -  Achraf Hakimi Tak Masalah Paris Runner Up Grup

PSG Vs Club Brugge - Achraf Hakimi Tak Masalah Paris Runner Up Grup

Liga Champions
Klasemen Piala AFF 2020, Indonesia Masih di Bawah Malaysia

Klasemen Piala AFF 2020, Indonesia Masih di Bawah Malaysia

Liga Indonesia
Lawan Viking, Klub Norwegia Gunakan Jersey dengan QR Code Menentang Piala Dunia Qatar 2022

Lawan Viking, Klub Norwegia Gunakan Jersey dengan QR Code Menentang Piala Dunia Qatar 2022

Internasional
Teknik Dasar Bola Voli untuk Memukul Bola secara Keras

Teknik Dasar Bola Voli untuk Memukul Bola secara Keras

Sports
RB Leipzig Vs Man City - Hormati Kompetisi, Guardiola Tak Main-main

RB Leipzig Vs Man City - Hormati Kompetisi, Guardiola Tak Main-main

Liga Champions
Terungkap, Performa Lionel Messi Turun karena Cuaca Dingin

Terungkap, Performa Lionel Messi Turun karena Cuaca Dingin

Liga Lain
Kapan Terakhir Kali Barcelona Bermain di Liga Europa?

Kapan Terakhir Kali Barcelona Bermain di Liga Europa?

Sports
Raih Gelar Juara Nasional 2021, Qarrar Firhand Ali Siap Tampil di Italia

Raih Gelar Juara Nasional 2021, Qarrar Firhand Ali Siap Tampil di Italia

Sports
AC Milan Vs Liverpool - Jangan Hanya Andalkan Ibrahimovic, Rossoneri!

AC Milan Vs Liverpool - Jangan Hanya Andalkan Ibrahimovic, Rossoneri!

Liga Champions
Avila Bahar Tampil Sempurna di Putaran Terakhir Kejurnas ISSOM 2021 Sentul

Avila Bahar Tampil Sempurna di Putaran Terakhir Kejurnas ISSOM 2021 Sentul

Sports
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.