Kompas.com - 07/01/2017, 06:30 WIB
Gelandang Perancis, Paul Pogba, bertepuk tangan di hadapan para penonton, usai laga Piala Eropa 2016 di Lille, pada 19 Juni 2012. FRANCK FIFE/AFPGelandang Perancis, Paul Pogba, bertepuk tangan di hadapan para penonton, usai laga Piala Eropa 2016 di Lille, pada 19 Juni 2012.
|
EditorEris Eka Jaya

KOMPAS.com - Bintang Perancis, Paul Pogba, berbicara tentang kekagumannya terhadap sang idola, Zinedine Zidane. Pogba mengatakan, gaya bermain Zidane saat masih merumput sangat indah.

Saat masih aktif bermain, Zidane menginspirasi Perancis saat meraih gelar Piala Dunia 1998 dengan mencetak dua gol di final. Pogba mengungkapkan, ia selalu fokus pada permainan yang ditampilkan oleh pria yang saat ini melatih Real Madrid tersebut.

Kini, Zidane, yang sukses membawa Madrid menjuarai Liga Champions dan Piala Dunia Antarklub pada 2016, masuk dalam nomine untuk penghargaan Pelatih Terbaik FIFA 2016.

Mengenai hal itu, Pogba mengatakan, ia selalu kagum terhadap bakat Zidane di lapangan.

"Saya mengagumi banyak hal tentang Zidane. Ketika masih remaja, saya menonton videonya, cara dia bermain," kata Pogba kepada FIFA.com.

"Saya suka kepada pemain besar, tetapi ada beberapa pemain yang memiliki sesuatu yang ekstra. Di lapangan, Anda memiliki 11 pemain, di skuad, 22, dan Anda hanya melihat satu atau dua pemain," ujarnya.

Dok. Goal Legenda Perancis, Zinedine Zidane (kiri) bersama Franck Ribery.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pogba mengatakan, saat masih aktif bermain, Zidane selalu menampilkan aksi yang istimewa dan indah. Pemain Manchester United ini mengatakan, gaya bermain Zidane ada kesamaan dengan bintang Brasil, Ronaldinho.

"Anda selalu melihat dia melakukan sesuatu yang istimewa, cara dia bermain, itu indah. Sama seperti melihat Ronaldinho, keduanya adalah pemain yang memiliki sesuatu yang istimewa," kata Zidane.

"Saya selalu 'mengawasi'-nya. Bola bisa berada di satu tempat, tetapi saya selalu mencari Zidane," ujarnya.

Saat masih aktif bermain, Zidane pernah membela Juventus dan Real Madrid. Bersama Juventus, Zidane meraih gelar juara Serie A 1996-1997 dan 1997-1998, sedangkan dengan Madrid, ia pernah meraih gelar juara La Liga 2002-2003 dan Liga Champions 2001-2002.

Sementara itu, dengan tim nasional Perancis, Zidane meraih gelar Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000.

 



25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bali United Bersolek, Renovasi Stadion Kapten I Wayan Dipta Hampir Tuntas

Bali United Bersolek, Renovasi Stadion Kapten I Wayan Dipta Hampir Tuntas

Liga Indonesia
Atmosfer Kompetitif dalam Sesi Latihan Persebaya Surabaya

Atmosfer Kompetitif dalam Sesi Latihan Persebaya Surabaya

Liga Indonesia
Klasemen Medali Olimpiade Tokyo - China Kuasai Singgasana, Indonesia Sejajar Austria

Klasemen Medali Olimpiade Tokyo - China Kuasai Singgasana, Indonesia Sejajar Austria

Sports
Reaksi Madura United soal Rencana Liga 1 Kick-off 20 Agustus

Reaksi Madura United soal Rencana Liga 1 Kick-off 20 Agustus

Liga Indonesia
Italia Raih 2 Emas Olimpiade Tokyo dalam 11 Menit, Rasanya Lebih Nikmat dari Juara Euro 2020

Italia Raih 2 Emas Olimpiade Tokyo dalam 11 Menit, Rasanya Lebih Nikmat dari Juara Euro 2020

Sports
Rekap Sepak Bola Olimpiade Tokyo: Final Brasil Vs Spanyol Tak Terelakkan

Rekap Sepak Bola Olimpiade Tokyo: Final Brasil Vs Spanyol Tak Terelakkan

Internasional
Kunci Keunggulan Greysia Polii/Apriyani Rahayu di Mata PB Jaya Raya

Kunci Keunggulan Greysia Polii/Apriyani Rahayu di Mata PB Jaya Raya

Badminton
Hal Penting yang Harus Diperhatikan Greysia Polii jika Ingin Tampil di Olimpiade Paris 2024

Hal Penting yang Harus Diperhatikan Greysia Polii jika Ingin Tampil di Olimpiade Paris 2024

Badminton
Liga 1 Bergulir 20 Agustus, Persib Bandung Masih Tunggu Izin Latihan

Liga 1 Bergulir 20 Agustus, Persib Bandung Masih Tunggu Izin Latihan

Liga Indonesia
Hasil Sepak Bola Olimpiade Tokyo: Bungkam Jepang, Spanyol Tembus Final Jumpa Brasil

Hasil Sepak Bola Olimpiade Tokyo: Bungkam Jepang, Spanyol Tembus Final Jumpa Brasil

Internasional
Brasil ke Final Olimpiade Tokyo, Dani Alves Sebut Tim Menderita dan Rumput Tak Rata

Brasil ke Final Olimpiade Tokyo, Dani Alves Sebut Tim Menderita dan Rumput Tak Rata

Internasional
3 Calon Pasangan Apriyani Rahayu jika Greysia Polii Pensiun

3 Calon Pasangan Apriyani Rahayu jika Greysia Polii Pensiun

Badminton
Di Balik Emas Greysia/Apriyani, Ada Eng Hian yang Nyaris Dicopot PBSI

Di Balik Emas Greysia/Apriyani, Ada Eng Hian yang Nyaris Dicopot PBSI

Badminton
Brasil Tembus Final Sepak Bola Olimpiade Tokyo, Garansi Medali ke-7

Brasil Tembus Final Sepak Bola Olimpiade Tokyo, Garansi Medali ke-7

Internasional
Persib Sambut Baik Rencana PSSI Gulirkan Liga 1 pada 20 Agustus

Persib Sambut Baik Rencana PSSI Gulirkan Liga 1 pada 20 Agustus

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X