Chappy Hakim
KSAU 2002-2005

Penulis buku "Tanah Air Udaraku Indonesia"

Piala AFF dan Stadion Ikada

Kompas.com - 17/12/2016, 13:05 WIB
Suporter timnas Indonesia memberi dukungan saat pertandingan laga final Piala AFF Suzuki Cup 2016 leg pertama melawan Thailand di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/12/2016). Indonesia menang 2-1 atas Thailand dan akan bertanding di final Piala AFF Suzuki Cup 2016 leg kedua di Stadion Rajamangala, Thailand, Sabtu (17/12/2016) mendatang. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOSuporter timnas Indonesia memberi dukungan saat pertandingan laga final Piala AFF Suzuki Cup 2016 leg pertama melawan Thailand di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/12/2016). Indonesia menang 2-1 atas Thailand dan akan bertanding di final Piala AFF Suzuki Cup 2016 leg kedua di Stadion Rajamangala, Thailand, Sabtu (17/12/2016) mendatang.
EditorTri Wahono

KOMPAS.com — Menyaksikan bagaimana ramai dan berduyun-duyunnya masyarakat pencinta sepak bola untuk memperoleh tiket menonton laga final sepak bola Piala AFF minggu lalu mengingatkan saya pada Stadion Ikada.

Stadion Ikada (Ikatan Atletik Djakarta) merupakan stadion terbesar dan termegah pada tahun 1950-an yang terletak di lapangan Gambir, sekarang kawasan Monas. Di sinilah tempat berlangsungnya pertandingan sepak bola yang menarik banyak pengunjung, para pencinta sepak bola, kala itu.

Tidak hanya laga bola dari kesebelasan domestik, tetapi kerap pula pertandingan sepak bola tim Indonesia melawan beberapa kesebelasan luar negeri. Pencinta bola di Indonesia terlihat tidak pernah surut fanatismenya, walau kesebelasan kesayangannya, sudah lama sekali, dan sangat jarang dapat meraih prestasi yang dapat dibanggakan.

Refleksi dari kecintaan masyarakat luas terhadap para pemain bola tingkat nasional terlihat dari munculnya nama-nama pemain bola terkenal dalam pergunjingan tentang bola di masyarakat luas sehari-hari.

Pada tahun 1950-an menjelang awal tahun 1960-an, nama-nama pemain bola beken saat itu antara lain adalah Suwardi, Ramang, Noorsalam, sebagai trio penyerang PSM Makassar. Di Persija Jakarta muncul nama seperti Djamiat, Witarsa, Kiat Sek, dan Tan Liong How.

Sementara itu, kiper yang terkenal adalah Van der Vin, keturunan Belanda, lalu ada Saelan. Pelatih yang sangat terkenal pada masa itu adalah Antun “Toni” Pogacnik, mantan pemain ulung yang kerap memperkuat kesebelasan Yugoslavia.

Pelatih inilah yang pernah membawa kesebelasan nasional Indonesia muncul di panggung global yang secara mengejutkan menahan seri 0–0 kesebelasan Rusia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pertandingan pada kancah Olimpiade Melbourne 1956 itu mungkin menjadi satu-satunya prestasi tingkat dunia yang pernah dicapai tim nasional Indonesia.

Pada pertandingan ulangan dua hari kemudian, Indonesia dikalahkan Rusia dengan skor 4–0.

Untuk diketahui, pada Olimpiade 1956, kesebelasan Rusia adalah tim yang berhasil meraih medali emas dalam cabang olahraga sepak bola.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Final Indonesia Open, Greysia/Apriyani Unggul Head to Head atas Wakil Jepang

Final Indonesia Open, Greysia/Apriyani Unggul Head to Head atas Wakil Jepang

Badminton
Hasil ONE: Nextgen III, Debutan Jarred Brooks Taklukkan Lito Adiwang

Hasil ONE: Nextgen III, Debutan Jarred Brooks Taklukkan Lito Adiwang

Sports
Drama Insiden Mobil Sean Gelael dan Bamsoet di Rally Meikarta

Drama Insiden Mobil Sean Gelael dan Bamsoet di Rally Meikarta

Sports
Persib Bandung Vs Arema FC, Singo Edan Fokus Terkam Maung Bandung

Persib Bandung Vs Arema FC, Singo Edan Fokus Terkam Maung Bandung

Liga Indonesia
Jadwal Siaran Langsung Liga 1, Big Match Persib Vs Arema FC

Jadwal Siaran Langsung Liga 1, Big Match Persib Vs Arema FC

Liga Indonesia
Kapan Terakhir Ganda Putri Merah Putih Juara Indonesia Open?

Kapan Terakhir Ganda Putri Merah Putih Juara Indonesia Open?

Sports
Venezia Vs Inter Milan 0-2, Kala Calhanoglu Dibicarakan bersama Messi…

Venezia Vs Inter Milan 0-2, Kala Calhanoglu Dibicarakan bersama Messi…

Liga Italia
Persib Vs Arema - Meski 10 Pemain Absen, Kualitas Laga Diyakini Tetap Terjaga

Persib Vs Arema - Meski 10 Pemain Absen, Kualitas Laga Diyakini Tetap Terjaga

Liga Indonesia
Ketika Bintang Bulu Tangkis Ramai Cedera, Mundur, dan Kelelahan...

Ketika Bintang Bulu Tangkis Ramai Cedera, Mundur, dan Kelelahan...

Badminton
Ketika Ganjar Pranowo 'Menggoda' Peserta Borobudur Marathon 2021

Ketika Ganjar Pranowo "Menggoda" Peserta Borobudur Marathon 2021

Sports
Lawan Marcus/Kevin di Final Indonesia Open, Apa Modal Utama Hoki/Kobayashi?

Lawan Marcus/Kevin di Final Indonesia Open, Apa Modal Utama Hoki/Kobayashi?

Badminton
Jadwal Liga Inggris: Chelsea Vs Man United, Man City Tantang West Ham

Jadwal Liga Inggris: Chelsea Vs Man United, Man City Tantang West Ham

Liga Inggris
Jadwal Siaran Langsung Indonesia Open, Laga Final Greysia/Apriyani-Marcus/Kevin

Jadwal Siaran Langsung Indonesia Open, Laga Final Greysia/Apriyani-Marcus/Kevin

Badminton
Tilik Candi Borobudur Marathon 2021: Pelari Asal Pontianak Jadi 'Raja'

Tilik Candi Borobudur Marathon 2021: Pelari Asal Pontianak Jadi "Raja"

Sports
Jam Khusus Penopang Metode Ralf Rangnick Berpotensi Hadir, Bersiaplah Setan Merah!

Jam Khusus Penopang Metode Ralf Rangnick Berpotensi Hadir, Bersiaplah Setan Merah!

Liga Inggris
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.