Produktivitas Gol Thailand di Piala AFF Bikin Timnas "Diuntungkan"

Kompas.com - 14/12/2016, 07:23 WIB
Para pemain timnas Indonesia bersalaman dengan pilar Thailand seusai laga pembuka Piala AFF 2016 di Stadion Philippine Sports Stadium, Bocaue, Sabtu (19/11/2016). KUKUH WAHYUDI/BOLA/JUARA.NETPara pemain timnas Indonesia bersalaman dengan pilar Thailand seusai laga pembuka Piala AFF 2016 di Stadion Philippine Sports Stadium, Bocaue, Sabtu (19/11/2016).
|
EditorJalu Wisnu Wirajati

KOMPAS.com - Terdapat siklus unik di Piala AFF, terutama menjelang final. Fakta sejarah menyebutkan bahwa tim yang paling rajin menjebol gawang lawan hampir selalu menemui kegagalan dalam upaya merengkuh trofi juara.

Indonesia (1998, 2000, 2002, 2004, 2010), Thailand (2008, 2012), Malaysia (1996), dan Vietnam (2014) pernah terkena kutukan ini.

Pengecualian buat Singapura, yang berhasil menjuarai Piala AFF dengan predikat tim tertajam.

Khusus Indonesia, empat edisi yang disebut terakhir menghasilkan prestasi runner-up.

Dengan kata lain, Laskar Merah-Putih memiliki kecenderungan produktif setiap kali berkesempatan menjejak final pada masa lalu.

Anomali terjadi pada Piala AFF 2016, ketika Indonesia menembus final Piala AFF tanpa embel-embel tertajam.

Boaz Solossa cs "hanya" mengemas 10 gol (rata-rata dua gol per laga) dan kalah banyak dari Thailand (12 gol).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rasio gol Indonesia bahkan termasuk paling rendah dibandingkan empat partisipasi terdahulu saat mencapai final Piala AFF, yakni 2000 (tiga gol per laga), 2002 (empat gol per laga), 2004 (3,5 gol per laga), dan 2010 (tiga gol per laga).

Di lain kubu, kecenderungan Thailand rupanya berbanding terbalik dari Indonesia.

Inilah kali ketiga Tim Gajah Perang melangkah ke final Piala AFF bermodalkan ketajaman yang melebihi pesaing-pesaing menjelang klimaks turnamen.

Halaman:
Baca tentang


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.