Kompas.com - 11/12/2016, 18:34 WIB
Pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl (kiri), bersama asisten pelatih Wolfgang Pikal, usai memimpin latihan tim di Lapangan Sekolah Pelita Harapan (SPH), Karawaci, Tangerang, Jumat (9/12/2016). SEGAF ABDULLAH/JUARA.NETPelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl (kiri), bersama asisten pelatih Wolfgang Pikal, usai memimpin latihan tim di Lapangan Sekolah Pelita Harapan (SPH), Karawaci, Tangerang, Jumat (9/12/2016).
|
EditorJalu Wisnu Wirajati

TANGERANG, KOMPAS.com — Tim nasional (timnas) Indonesia mendapatkan kiriman buah saat berlatih di lapangan Sekolah Pelita Harapan (SPH) Karawaci Tangerang, Banten, Minggu (11/12/2016). "Hadiah" buah tersebut bukan hal yang biasa dirasakan Boaz Solossa dan kawan-kawan saat berlatih.

"Tiba-tiba banyak buah di sini. Tidak seperti biasa. Apa karena kita masuk final ya? Sebelumnya banyak yang tak acuh," kata petugas media timnas Indonesia, Bandung Saputra, seperti dikutip Antara, Minggu sore.

Menurut dia, bermacam-macam buah, mulai pisang, apel, pir, hingga jeruk, yang sudah ada di tribune itu sejak semua personel timnas masuk ke lapangan latihan. Sontak hal itu membuat beberapa ofisial timnas pun bertanya-tanya.

"Biasanya, kalaupun ada buah, kami bawa sendiri. Untuk saat ini ada kejutan. Kami pun tidak tahu siapa yang bawa ke sini," kata ofisial paling muda di timnas Merah Putih tersebut sambil tersenyum.

Keikutsertaan timnas Indonesia pada Piala Asosiasi Sepak Bola ASEAN (AFF) 2016 awalnya terbilang dipandang sebelah mata. Bahkan, pelatih Alfred Riedl tidak bisa mengambil semua pemain terbaik di Indonesia lantaran terhalang aturan bahwa satu tim (klub) maksimal hanya mengirimkan dua pemain untuk timnas.

Namun, pelatih asal Austria itu tidak gentar. Berbekal pemain yang ada, skuad Garuda tetap berjuang pada babak penyisihan Grup A di Manila, Filipina. Pada pertandingan pertama, Indonesia bahkan harus kalah telak 2-4 dari sang juara bertahan, Thailand.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, Andik Vermansah dan kawan-kawan tetap mencoba bangkit dan sukses menahan tuan rumah Filipina dengan skor 2-2. Hasil ini memberikan motivasi sendiri bagi pemain, dan akhirnya mampu mengalahkan Singapura 2-1. Hasil ini membawa timnas ke semifinal meski sempat tidak diunggulkan.

Masuknya timnas Indonesia yang dipimpin kapten Boaz Solossa itu ke semifinal langsung mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Terbukti saat latihan di Stadion Pakansari, ratusan anggota masyarakat mendukung langsung di pinggir lapangan.

Bahkan, dalam pertandingan semifinal saat timnas Indonesia melawan Vietnam, 27.000 tiket terjual. Stadion milik Pemerintah Kabupaten Bogor itu penuh.

Timnas Indonesia pun menang 2-1 atas Vietnam di Stadion Pakansari, dan timnas Garuda dalam pertandingan semifinal kedua di Vietnam mampu menahan tuan rumah 2-2.

Agregat gol menjadi 4-3 sehingga Stefano Lilipaly dan kawan-kawan berhak lolos ke final untuk menghadapi Thailand.

Pertandingan final pertama Piala AFF 2016 digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Rabu (14/12/2016), dan pertandingan final kedua di Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand, Sabtu (17/12/2016).

Kompas TV Alfred Riedl Tidak Berencana Ubah Gaya Main Timnas
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Sumber ANTARA
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.