Kompas.com - 16/11/2016, 10:21 WIB
Jamie Vardy merayakan gol Inggris ke gawang Turki yang dicetak oleh Harry Kane di Stadion Etihad, Minggu (22/5/2016). PAUL ELLIS/AFPJamie Vardy merayakan gol Inggris ke gawang Turki yang dicetak oleh Harry Kane di Stadion Etihad, Minggu (22/5/2016).
EditorAloysius Gonsaga AE

LONDON, KOMPAS.com - Penyerang Tottenham Hotspur, Harry Kane, menunda rencana perpanjangan kontrak. Negosiasi soal kenaikan gaji menjadi penghalang.

Pemain berusia 23 tahun ini terikat sampai 2020, tetapi terancam pergi lebih dini karena isu pendapatan rendah. Kane menginginkan gajinya naik dua kali lipat.

Penambahan masa kerja Harry Kane termasuk agenda penting yang dicanangkan petinggi Tottenham. Klub London Utara itu bertekad menjaga aset-aset muda mereka dari jangkauan para peminat, termasuk Kane.

Penyerang bernama lengkap Harry Edward Kane ini tercatat sebagai striker tertajam di antara personel timnas Inggris teraktual sejak start Premier League musim 2014-2015.

Kane mencetak 49 gol atau lebih banyak 18 buah dari striker tersubur kedua, Jamie Vardy (Leicester City).

Kabarnya, modal ketajaman tersebut membuat Kane merasa layak diganjar pendapatan lebih tinggi. Gajinya kini cuma 60.000 poundsterling per pekan atau setara Rp 995 juta.

Jumlah itu jauh di bawah pemasukan Vardy di Leicester yang berada di atas 100 ribuan pounds per pekan. Pun dengan gaji Daniel Sturridge di Liverpool FC yang menyentuh 120.000 pounds.

Media-media Inggris melaporkan Kane meminta syarat kenaikan gaji dua kali lipat menjadi 120.000 per pekan atau Rp 1,9 miliar jika Spurs ingin mengontraknya lebih lama.

Kubu Tottenham tak bisa berbuat banyak di tengah agenda penghematan yang dilancarkan Ketua Klub, Daniel Levy.

Dalam program penghematan ini, Levy membatasi tak ada awak Spurs yang menembus barier gaji 100.000 pounds pekan.

Pemain berbayaran tertinggi di Tottenham adalah kiper Hugo Lloris dengan 80.000 pounds masuk kantongnya tiap pekan.

Telegraph menilai Kane bisa saja secara mudah meraup upah 200.000 pounds per pekan jika mau menerima pinangan Manchester United, Chelsea, atau Real Madrid.

"Harry termasuk striker terbaik di dunia dan tidak mengejutkan bagi saya jika banyak klub besar yang tertarik padanya. Terkadang pelatih bisa bilang seorang pemain tidak untuk dijual. Namun, jika dia ingin pergi, terkadang juga pemain itu bisa pergi," kata Manajer Tottenham, Mauricio Pochettino. (Bery Bagja)



Sumber JUARA
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X