Widodo Serukan Pengurus Baru PSSI Segera Lakukan Perbaikan

Kompas.com - 12/11/2016, 18:46 WIB
Pelatih Sriwijaya FC Widodo Cahyono Putro (tengah), saat memberikan keterangan kepada pers selepas pertandingan, Jumat (11/11/2016). Kontributor Gresik, Hamzah ArfahPelatih Sriwijaya FC Widodo Cahyono Putro (tengah), saat memberikan keterangan kepada pers selepas pertandingan, Jumat (11/11/2016).
|
EditorAloysius Gonsaga AE

LAMONGAN, KOMPAS.com – Pelatih Sriwijaya FC, Widodo Cahyono Putro, tak cuma mengkritik penjadwalan pertandingan. Dia pun berharap kepengurusan baru PSSI di bawah komando Letjen Edy Rahmayadi, dapat segera melakukan sejumlah perbaikan.

Hal utama yang menjadi sorotan mantan pemain dan arsitek Timnas Indonesia ini adalah soal kualitas wasit yang memimpin jalannya sebuah pertandingan. Terlebih, tahun depan sudah akan digulirkan kompetisi resmi dan bukan lagi turnamen.

“Sebab apa kata dunia internasional, jika wasitnya terus seperti pertandingan tadi malam (lawan Persela Lamongan). Mari kita semua berubah, demi kemajuan sepak bola dan prestasi Timnas di kancah internasional,” tutur Widodo selepas pertandingan kontra Persela di Stadion Surajaya, Jumat (11/11/2016) malam WIB.

“Saya yakin, kalau pertandingan tadi internasional akan banyak kartu merah. Bisa sepuluh kartu merah yang akan dikeluarkan. Jadi saya berharap, pengurus baru PSSI dapat memperhatikan hal semacam ini demi prestasi Timnas,” ucap dia.

Widodo menyatakan, sudah beberapa kali melakukan protes kepada pihak yang bertanggung jawab mengenai kualitas wasit, sampai dirinya pun mengaku pernah mendapatkan sanksi. Namun ia tidak kapok melakukannya, demi cita-cita membangun sepak bola dalam negeri yang lebih baik dan dapat bersaing dengan negara lain di kancah internasional.

Hal yang sama juga diungkapkan Firman Utina, mantan pemain Timnas Indonesia yang kini membela Sriwijaya FC. Dia juga berharap, kualitas wasit yang bakal memimpin jalannya pertandingan, lebih-lebih di kasta tertinggi sepak bola Tanah Air, harus yang mumpuni.

“Karena saya kira, selain tampilan tim di lapangan, faktor kepemimpinan wasit juga turut mempengaruhi. Apalagi, kini juga banyak bermunculan para pemain muda, yang cukup disayangkan jika mereka kemudian menjadi tidak berkembang dikarenakan kepemimpinan wasit yang tidak sesuai dengan rule of the game,” kata Firman.

“Sebab, pemain-pemain muda inilah yang akan menghuni Timnas Indonesia di masa yang akan datang. Jadi, jangan salahkan pemain ini, jika kemudian mereka gagal membawa Timnas berprestasi di level lebih tinggi, karena yang mereka dapatkan di kompetisi dalam negeri memang seperti ini,” ujar dia.

Firman juga mengimbau dan memberikan saran, supaya diadakan road show yang mempertemukan wasit dengan para pemain, sebelum kompetisi baru digulirkan. Ini demi pemahaman rule of the game yang sesungguhnya.

“Dengan begitu, baik pemain maupun wasit dapat belajar bersama, terkait bagaimana hal yang dibolehkan atau mana yang dilarang. Ini masukan saja dari saya,” tutur dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X