Kompas.com - 04/11/2016, 09:32 WIB
Penyerang Inter Milan, Mauro Icardi (kiri), merayakan gol ke gawang Southampton pada ajang Liga Europa, di Stadion St Mary, Kamis (3/11/2016) waktu setempat. GLYN KIRK/AFPPenyerang Inter Milan, Mauro Icardi (kiri), merayakan gol ke gawang Southampton pada ajang Liga Europa, di Stadion St Mary, Kamis (3/11/2016) waktu setempat.
EditorAloysius Gonsaga AE

KOMPAS.com - Striker Inter Milan, Mauro Icardi, melihat ada yang salah dengan mentalitas timnya. Sebab, klub berjulukan Nerazzurri ini selalu kebobolan minimal satu gol dalam setiap pertandingan.

Pemain asal Argentina ini mengatakan hal tersebut setelah Inter menderita kekalahan 1-2 dari Southampton pada penyisihan Grup K Liga Europa di St Mary's Stadium, Kamis (3/11/2016). Padahal mereka sempat memimpin 1-0 lewat gol Icardi pada menit ke-33.

Laga ini menjadi debut pelatih caretaker, Stefano Vecchi. Dia ditunjuk menggantikan Frank de Boer, yang dipecat pada awal pekan ini lantaran gagal mengangkat performa klub berjulukan Nerazzurri tersebut.

Inter sebenarnya memulai laga dengan cukup bagus. Setelah Icardi membawa timnya unggul, kiper Samir Handanovic pun tampil sangat impresif karena bisa menahan tendangan penalti Dusan Tadic pada menit ke-45.

Sayang, tim elite Italia ini tak mampu membendung rangkaian serangan Southampton pada paruh kedua. Alhasil, dua gol berhasil dicetak oleh Virgil van Dijk pada menit ke-64 serta bunuh diri bek Inter, Yuto Nagatomo.

"Tak banyak yang bisa dikatakan. Ini momen yang tidak beruntung, segalanya menjadi salah," ujar pemain berusia 23 tahun tersebut kepada Sky Sport Italia.

"Kami bermain bagus pada babak pertama sehingga bisa memimpin, tetapi saya tidak tahu mengapa setiap saat kami kebobolan satu gol. Rasanya dunia di sekitar kami runtuh."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Itu selalu terjadi, entah dari mana gol itu dan kami kalah. Jika kami sadar apa penyebabnya, kami harus segera berubah, karena kami semua ingin melakukannya dengan baik. Kami akan berjuang keras selama bisa lolos."

Icardi pun berbicara tentang pemecatan De Boer serta Vecchi. Dia mengakui bahwa pemecatan menjadi risiko terburuk seorang pelatih, karena tidak mungkin membuang 25 pemain meskipun mereka (pemain) tampil buruk.

"Sekarang mari kita lihat, kami bekerja bersama Vecchi dan apa yang terjadi ke depannya," ujar Icardi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.