Kompas.com - 01/11/2016, 03:18 WIB
Gelandang Manchester City, Yaya Toure, menjalani pemanasan jelang laga persahabatan kontra Arsenal di Gothenburg, 7 Agustus 2016. JONATHAN NACKSTRAND/AFPGelandang Manchester City, Yaya Toure, menjalani pemanasan jelang laga persahabatan kontra Arsenal di Gothenburg, 7 Agustus 2016.
|
EditorAloysius Gonsaga AE

MANCHESTER, KOMPAS.com - Agen Yaya Toure, Dimitri Seluk, kembali melanjutkan perseteruannya dengan Josep Guardiola. Seluk menganggap Toure dicadangkan Guardiola karena adanya unsur balas dendam.

Musim ini menjadi masa yang kelam bagi Toure. Gelandang asal Pantai Gading itu baru sekali dimainkan Guardiola, yakni pada laga kualifikasi Liga Champions, Agustus 2016.

Guardiola memang pernah berujar akan terus mencadangkan Toure sampai sang agen pemain meminta maaf atas komentar negatifnya.

Namun, ultimatum dari Guardiola tak membuat Seluk mengalah. Sebaliknya, Seluk malah semakin gencar menyerang Guardiola dengan berbagai tuduhan.

Kali ini, Seluk berpendapat bahwa keputusan Guardiola mencadangkan Toure dilatarbelakangi oleh balas dendam sang manajer.

"Saya tahu apa permasalahannya. Ketika Guardiola memaksa Toure untuk pergi dari FC Barcelona, saya sempat mengkritiknya," kata Seluk kepada The Mirror, Minggu (30/10/2016).

"Guardiola melakukan balas dendam, dan tentu saja hal itu tidak profesional. Pada musim panas, saya bertanya kepada Manchester City mengenai Toure, dan mereka mengatakan bahwa Toure adalah bagian dari rencana klub," tuturnya.

Seluk pun mengaku pernah mencoba menghubungi Guardiola saat Toure tak dimasukkan ke dalam skuad untuk ajang Liga Champions musim ini. Namun, Guardiola tak meresponsnya.

Hal yang sama juga dilakukan Seluk terhadap Direktur Manchester City, Txiki Begiristain. Akan tetapi, sama seperti Guardiola, sang direktur tak memberikan jawaban.

"Saya hanya ingin berbicara empat mata untuk mencari jalan terbaik bagi Manchester City dan Toure. Sedangkan saya tidak mendapatkan tanggapan," ujar Seluk.

"Guardiola membawa ego dalam membuat keputusan, dan hal itu bukanlah sesuatu yang baik untuk Manchester City," ucapnya.

Kontrak Toure di Manchester City akan berakhir pada Juni 2017. Jika tak ada kesepakatan pembaruan kontrak, Toure tentunya bisa hijrah ke klub lain dengan status bebas transfer.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber The Mirror
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.