Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kalah dari Arsenal, Conte Tak Tidur 2 Malam

Kompas.com - 27/09/2016, 11:36 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Manajer Chelsea, Antonio Conte, mengaku tidak bisa tidur selama dua hari seusai timnya kalah 0-3 dari Arsenal dalam laga Premier League di Stadion Emirates, Sabtu (24/9/2016).

Tiga gol The Gunners ke gawang Thibaut Courtois yang dicetak oleh Alexis Sanchez, Theo Walcott, dan Mesut Oezil terjadi pada babak pertama. Bahkan, gol pertama dan kedua Arsenal hanya berjarak 141 detik!

Permainan mengecewakan The Blues membuat Conte mengevaluasi pertandingan tersebut dengan begadang.

"Setelah kekalahan dari Arsenal, saya tidak tidur. Tidak hanya satu malam, tetapi dua malam," kata Conte kepada Sky Sports, Senin (26/9/2016).

"Ketika tidak tidur, saya becermin dengan pengalaman kemarin dan penting untuk melakukan itu," ucap pelatih berusia 47 tahun itu.

Bek tengah Chelsea, Gary Cahill, menjadi sorotan utama dari lemahnya lini belakang The Blues.

Cahill melakukan blunder dengan memberikan operan bola terlalu lemah kepada Courtois sehingga bola dapat dicuri Alexis Sanchez untuk mencetak gol pembuka Arsenal.

Pesepak bola berpostur 193 cm ini menjadi palang pintu dengan blunder berujung gol terbanyak dari lima liga teratas Eropa. Dia sudah melakukan dua kali.

Akan tetapi, Conte menolak menyalahkan salah satu pemain dia.

"Saya tidak ingin membahas tentang bek, gelandang, atau striker, karena saya pikir kami kalah dan menang sebagai sebuah tim," ujar Conte.

"Saat Anda menampilkan performa yang buruk, kami melakukannya bersama. Mulai dari, saya, staf saya, dan para pemain," tuturnya lagi. (Septian Tambunan)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber JUARA
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Persebaya Vs Bali United, Mental Kuat Bajul Ijo

Persebaya Vs Bali United, Mental Kuat Bajul Ijo

Liga Indonesia
Klasemen Liga Italia: Inter Scudetto, Jauhi Milan dan Juventus

Klasemen Liga Italia: Inter Scudetto, Jauhi Milan dan Juventus

Liga Italia
Fakta Menarik Korsel, Lawan Timnas U23 Indonesia di Perempat Final Piala Asia U23

Fakta Menarik Korsel, Lawan Timnas U23 Indonesia di Perempat Final Piala Asia U23

Liga Indonesia
Babak Akhir Ten Hag di Man United, Disebut Tidak Ada Jalan Kembali

Babak Akhir Ten Hag di Man United, Disebut Tidak Ada Jalan Kembali

Liga Inggris
Respons Pemain Persib Usai Ikuti 'Kelas' VAR Liga 1

Respons Pemain Persib Usai Ikuti "Kelas" VAR Liga 1

Liga Indonesia
Format Baru Liga 1 Disebut Seru, Apresiasi Trofi untuk Borneo FC

Format Baru Liga 1 Disebut Seru, Apresiasi Trofi untuk Borneo FC

Liga Indonesia
Persib Dapat Sosialisasi Penerapan VAR untuk Championship Series Liga 1

Persib Dapat Sosialisasi Penerapan VAR untuk Championship Series Liga 1

Liga Indonesia
Cara AC Milan Ganggu Pesta Scudetto Inter Milan di San Siro

Cara AC Milan Ganggu Pesta Scudetto Inter Milan di San Siro

Liga Italia
Indonesia Cetak Sejarah di Piala Asia U23, Kekuatan Poros Ernando-Rizky Ridho

Indonesia Cetak Sejarah di Piala Asia U23, Kekuatan Poros Ernando-Rizky Ridho

Timnas Indonesia
Pelatih Timnas U23 Korea Terkejut dengan STY, Indonesia Lawan Sulit

Pelatih Timnas U23 Korea Terkejut dengan STY, Indonesia Lawan Sulit

Timnas Indonesia
Indonesia Vs Korea Selatan: PSSI Upayakan Nathan Tjoe-A-On Kembali

Indonesia Vs Korea Selatan: PSSI Upayakan Nathan Tjoe-A-On Kembali

Timnas Indonesia
Inter Juara Serie A, 'Demonismo', dan Karya Master Transfer Marotta

Inter Juara Serie A, "Demonismo", dan Karya Master Transfer Marotta

Liga Italia
Pengamat Australia Soal Syarat Timnas Indonesia Jadi 'Superpower' di Asia

Pengamat Australia Soal Syarat Timnas Indonesia Jadi "Superpower" di Asia

Timnas Indonesia
Kontroversi Gol Hantu di El Clasico, Barcelona Siap Tuntut 'Rematch'

Kontroversi Gol Hantu di El Clasico, Barcelona Siap Tuntut "Rematch"

Liga Spanyol
STY Paham Korea Selatan, Disebut Senjata Tertajam Timnas U23 Indonesia

STY Paham Korea Selatan, Disebut Senjata Tertajam Timnas U23 Indonesia

Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com