Final Liga Champions 2017 Punya "Magnet" untuk Gareth Bale

Kompas.com - 24/08/2016, 16:45 WIB
AUL ELLIS/AFP Ekspresi pemain sayap Real Madrid, Gareth Bale ketika melawan Manchester City pada semifinal kedua Liga Champions di Stadion Etihad, 4 Mei 2016.

KOMPAS.com - Bintang Real Madrid, Gareth Bale, memiliki alasan kuat untuk menjuarai Liga Champions 2016-2017. Sebab, dia bisa mengangkat trofi di tanah kelahirannya.

Partai puncak bakal diselenggarakan di Stadion Millennium, Cardiff, 3 Juni 2017. Untuk kali pertama, stadion berkapasitas 74.500 itu menjadi venue final Liga Champions.

Stadion tersebut juga memiliki kedekatan dengan Bale. Sebab, di Cardiff pula, Bale lahir dan menghabiskan masa kecilnya.

Apabila Madrid juara tahun depan, Bale mengikuti prestasi lima pemain lainnya. Tiga dari lima pemain tersebut juga membela Los Blancos, julukan Madrid.

Terakhir, Nicolas Anelka mengantarkan Madrid juara pada partai final yang diselenggarakan di Stade de France, Paris 2000. Dalam partai itu, Madrid menang 3-0 atas Valencia.

Anelka sendiri lahir di Versailles yang notabene kota satelit dari Paris, 21 tahun sebelum final tersebut.

Hanya, final di kota kelahiran acap kali berujung kekalahan untuk pemain. Pengalaman pahit tersebut dialami oleh 10 pemain.

Dari 10 pemain tersebut, tiga di antaranya merupakan putra kelahiran Roma. Odoacre Chierico, Bruno Conti, dan Francesco Graziani turut serta saat AS Roma kalah dari Liverpool pada final di Stadion Olimpico, Roma, 1984.

Paling gres adalah kisah Philipp Lahm. Kapten Bayern Muenchen itu lahir di Muenchen, November 1983, dan menghabiskan sebagian besar hidupnya di sana.

Ironis, dia justru gagal mengangkat "Si Kuping Besar" saat final diselenggarakan di Stadion Allianz Arena, Muenchen, 2012.

Kisah siapa yang diikuti Bale? Anelka atau Lahm? Sebelum menjawab pertanyaan itu, Bale bersama Madrid harus melalui minimal 12 partai Liga Champions.

Berikut ini adalah 5 pemain yang menjuarai Liga Champions di tanah kelahirannya:

Enrique Mateos, Madrid
Final: Real Madrid 2-0, Santiago Bernabeu, 1957


Page:
EditorAnju Christian

Close Ads X