Rooney Mulai Digoda untuk Berkarier di Amerika Serikat

Kompas.com - 23/08/2016, 10:37 WIB
Wayne Rooney menjalani laga testimonial saat Manchester United melawan Everton di Stadion Old Trafford, Rabu (4/8/2016). OLI SCARFF/AFPWayne Rooney menjalani laga testimonial saat Manchester United melawan Everton di Stadion Old Trafford, Rabu (4/8/2016).
|
EditorNugyasa Laksamana

MANCHESTER, KOMPAS.com - Kapten sekaligus penyerang Manchester United, Wayne Rooney, dinilai bakal cocok berkarier di kompetisi sepak bola Amerika Serikat, Major League Soccer (MLS).

Penyataan itu diungkapkan langsung oleh pemilik salah satu klub MLS, Portland Timbers, yakni Merritt Paulson.

Saat ini, Rooney sudah menginjak usia 30 tahun. Secara permainan, eks pemain Everton itu masih tampil prima.

Buktinya, pada dua laga Premier League terakhir, Rooney sukses menyumbangkan satu gol dan satu assist untuk Manchester United.

Paulson pun menilai sepak bola di Amerika Serikat akan cocok bagi Rooney jika sang pemain memutuskan untuk pindah pada masa mendatang.

"Saya berpendapat Rooney masih punya karier sepak bola yang baik untuk ke depannya. Dia juga bisa menjadi perekrutan terbesar bagi MLS, dan MLS akan 100 persen menarik bagi dia," ujar Paulson kepada The Mirror, Senin (22/8/2016).

"Perlu diingat bahwa dia sangat berbakat dan berkualitas. Saya antusias menanti dampak yang akan didapatkannya di MLS pada kariernya nanti," tutur Paulson melanjutkan.

MLS telah menjadi destinasi favorit bagi sejumlah pemain bintang veteran. Contohnya adalah Frank Lampard, Kaka, Andrea Pirlo, Didier Drogba, dan David Villa.

Namun, MLS belakangan ini juga mendapatkan saingan dari Liga Super China.

Sejumlah klub asal Negeri Tirai Bambu itu rela menggelontorkan dana besar untuk merekrut beberapa pemain andal dari Eropa.

Kendati begitu, Paulson meyakini bahwa MLS punya nilai dan daya tarik yang lebih baik. Selain itu, kata Paulson, China sedang dilanda isu kualitas udara yang buruk sehingga bisa berdampak negatif bagi kesehatan pemain.

"Pemain harus menentukan di manakah mereka ingin bermain. Apa yang terbaik bagi hidup mereka selanjutnya," kata Paulson.

"Saya kira di Amerika Serikat lebih baik. Sekarang, saya tidak mau jika harus bermain sepak bola di Beijing. Bukan karena saya tak suka China, tetapi masalah kualitas udara adalah hal yang perlu diperhitungkan dalam dunia olahraga," tutur dia.



Sumber The Mirror
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X