Kompas.com - 13/07/2016, 10:00 WIB
Ekspresi gelandang Real Madrid, Luka Modric saat melawan Sporting Gijon pada lanjutan La Liga di Stadion el Molinon, 23 Agustus 2015. MIGUEL RIOPA/AFPEkspresi gelandang Real Madrid, Luka Modric saat melawan Sporting Gijon pada lanjutan La Liga di Stadion el Molinon, 23 Agustus 2015.
|
EditorJalu Wisnu Wirajati

ZAGREB, KOMPAS.com - Gelandang Real Madrid dan timnas Kroasia, Luka Modric (30), harus menghentikan sejenak liburannya pasca-Piala Eropa 2016 guna menjalani interogasi di markas Komisi Anti-Korupsi Kroasia (USKOK) di Zagreb.

Seperti diberitakan media lokal, Jutarnji, pada Senin (11/7/2016), Modric dimintai keterangan oleh jaksa terkait skandal korupsi dan penggelapan pajak yang melibatkan mantan Presiden Dinamo Zagreb, Zdravko Mamic.

Kasus yang menjadi tema interogasi ialah soal aliran uang haram dalam proses transfer Modric dari Dinamo ke Tottenham Hotspur pada 2008.

Ketika itu, Spurs membeli Modric seharga 21 juta euro atau kini setara Rp 304 miliar. Pengadilan menduga sebanyak 7 juta euro dari nilai transfer tersebut masuk kantong pribadi Mamic.

Bersama saudaranya, Zoran, Zdravko Mamic terkenal sebagai tokoh sepak bola yang kuat dan kontroversial di Kroasia.

Pada April, mereka diinvestigasi telah menyalahgunakan kekuasaan dan menggelapkan uang hampir 16 juta euro dari kas Dinamo. Sebanyak 12 juta di antaranya diselewengkan melalui transfer fiktif para pemainnya.

Kehadiran Modric di markas USKOK awal pekan ini merupakan kali kedua dirinya menjalani interogasi.

Sang bintang memberikan keterangan pertama terkait kasus yang sama pada September 2015. Saat itu, dia mengaku diminta oleh Mamic guna meneken sebuah berkas tanpa boleh membacanya lebih dulu.

"Kepercayaan saya terhadap Mamic tidak terbatas. Saya hanya melakukan apa yang diinstruksikan mereka," ucapnya 10 bulan silam, dikutip ESPN FC.

Modric sendiri tidak dikenai tuduhan apa pun dan kehadirannya hanya sebagai saksi pemberi keterangan. (Beri Bagja)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber JUARA
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.