Heru Margianto
Managing Editor Kompas.com

Wartawan Kompas.com. Meminati isu-isu politik dan keberagaman. Penikmat bintang-bintang di langit malam. 

Mari Merayakan Kekalahan, Pelajaran dari Piala Eropa bagi Mereka yang Gagal "Move On"

Kompas.com - 13/07/2016, 08:01 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
EditorJalu Wisnu Wirajati

Barangkali karena itulah, tak sedikit orang yang sulit menerima kekalahan. Rasa sakit atas kekalahan bahkan terus terpendam di lubuk hati yang paling dalam hingga bertahun-tahun menimbulkan halusinasi akut atas akal sehat.

Maka, ada baiknya jika Anda sedang kalah di hari-hari belakangan ini, rayakanlah. Terimalah dengan sukacita karena demikianlah hidup. Ia tidak selalu berisi kemenangan atau hal-hal menyenangkan. Bukankah juga di balik kekalahan selalu ada pelajaran yang bisa dipetik?

Peristiwa suka dan duka datang dan pergi setiap waktu. Larut terpuruk dalam kesedihan tidakkah membuat kita lupa tentang hidup dan kehidupan yang terus berjalan dan harus selalu dirayakan dengan sukacita seperti nyanyian dan tawa “The Boys in Green” yang selalu riang.

Gembira adalah pilihan. Demikian pula, sedih dan marah adalah pilihan.

Jika kita tak pernah merayakan kekalahan, bisa jadi kita akan selalu gagal berdamai dengan kehidupan yang tidak selalu berisi kemenangan dan menjadi kaum yang gagal “move on”.

Tidak mampu menjadi "good loser"

Itulah yang terjadi pada sekelompok orang di negeri ini. Luka atas kekalahan pada Pilpres 2014 kemarin teryata belum selesai. Ia tersimpan di lubuk hati paling dalam hingga menimbulkan infeksi nanah busuk yang membutakan nurani.

Bahkan, puasa suci sepanjang Ramadhan dan Idul Fitri yang seyogianya membawa tiap pribadi kembali pada fitrahnya sebagai manusia yang runduk di hadapan Allah tak mampu memadamkan amarah dan dendam itu.

Amarah buta itu meluap dengan centang perentang ketika Ketua Komisi Pemilihan Umum Husni Kamil Manik meninggal dunia di hari kedua Idul Fitri.  Suasana hari raya belum lagi padam, namun sumpah serapah atas kematian Husni menyeruak dengan mengejutkan di linimasa media sosial kita.

Di hari yang fitri almarhum Husni dimaki. Disoraki gembira karena ajal menjemputnya. Bagi kelompok kalah ini, Husni dipandang sebagai orang yang mencurangi jagoan mereka di pilpres.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Line Up Liverpool Vs Real Madrid, Kekuatan Penuh di Final Liga Champions

Line Up Liverpool Vs Real Madrid, Kekuatan Penuh di Final Liga Champions

Liga Champions
Line Up Real Madrid untuk Laga Final Liga Champions Vs Liverpool, Alaba Kembali

Line Up Real Madrid untuk Laga Final Liga Champions Vs Liverpool, Alaba Kembali

Liga Champions
Link Live Streaming Liverpool Vs Real Madrid, Kickoff 02.00 WIB

Link Live Streaming Liverpool Vs Real Madrid, Kickoff 02.00 WIB

Liga Champions
60.000 Suporter Liverpool Merahkan Paris Jelang Final Liga Champions, Anfield di Sungai Seine

60.000 Suporter Liverpool Merahkan Paris Jelang Final Liga Champions, Anfield di Sungai Seine

Liga Champions
Prediksi Liverpool Vs Real Madrid, Siapa yang Diunggulkan Pengamat?

Prediksi Liverpool Vs Real Madrid, Siapa yang Diunggulkan Pengamat?

Liga Champions
Stadion Stade de France, Venue Final Liga Champions 2022

Stadion Stade de France, Venue Final Liga Champions 2022

Sports
Shin Tae-yong Ungkap Kondisi Egy Maulana Vikri Jelang FIFA Matchday

Shin Tae-yong Ungkap Kondisi Egy Maulana Vikri Jelang FIFA Matchday

Liga Indonesia
Marc Marquez Akan Sudahi MotoGP 2022 untuk Jalani Operasi Lengan

Marc Marquez Akan Sudahi MotoGP 2022 untuk Jalani Operasi Lengan

Motogp
Liverpool Vs Real Madrid: Tak Semua Dukungan Tim Inggris Mengalir ke The Reds...

Liverpool Vs Real Madrid: Tak Semua Dukungan Tim Inggris Mengalir ke The Reds...

Liga Champions
Starting Grid MotoGP Italia 2022: Ducati Kuasai 5 Terdepan, Marquez Ke-12

Starting Grid MotoGP Italia 2022: Ducati Kuasai 5 Terdepan, Marquez Ke-12

Motogp
Kenapa Trofi Liga Champions Dijuluki Si Kuping Besar?

Kenapa Trofi Liga Champions Dijuluki Si Kuping Besar?

Sports
Achraf Hakimi Jadi Korban Hujatan Usai Mbappe Tolak Real Madrid

Achraf Hakimi Jadi Korban Hujatan Usai Mbappe Tolak Real Madrid

Liga Lain
Hasil Kualifikasi MotoGP Italia 2022: Rookie Tuan Rumah Buat Kejutan, Motor Marquez Terbakar

Hasil Kualifikasi MotoGP Italia 2022: Rookie Tuan Rumah Buat Kejutan, Motor Marquez Terbakar

Motogp
Konsorsium Boehly Dapat Lampu Hijau Beli Chelsea, Abramovich Bikin Ucapan Perpisahan

Konsorsium Boehly Dapat Lampu Hijau Beli Chelsea, Abramovich Bikin Ucapan Perpisahan

Liga Inggris
Daftar Pemain Asing Asal Brasil di J1 League 2022

Daftar Pemain Asing Asal Brasil di J1 League 2022

Sports
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.