Kompas.com - 06/07/2016, 08:24 WIB
Gerak tubuh pelatih Portugal, Fernando Santos, saat menyaksikan pertandingan timnya melawan Islandia pada pertandingan penyisihan Grup F Piala Eropa 2016 di Stadion Geoffroy-Guichard, Saint-Etienne, Selasa (14/6/2016). FRANCISCO LEONG/AFPGerak tubuh pelatih Portugal, Fernando Santos, saat menyaksikan pertandingan timnya melawan Islandia pada pertandingan penyisihan Grup F Piala Eropa 2016 di Stadion Geoffroy-Guichard, Saint-Etienne, Selasa (14/6/2016).
|
EditorJalu Wisnu Wirajati

LYON, KOMPAS.com - Pelatih Portugal, Fernando Santos, menggunakan analogi itik buruk rupa untuk mendeskripsikan kiprah timnya pada Piala Eropa 2016.

Portugal akan melawan Wales pada partai semifinal Piala Eropa di Stade Parc Olympique Lyonnais, Rabu (6/7/2016). Namun, perjalanan tim berjulukan Seleccao ke babak empat besar masih jauh dari kata impresif.

Pasukan Santos lolos dari fase grup dengan status peringkat tiga terbaik. Mereka selalu bermain imbang pada tiga pertandingan Grup F.

Di fase gugur, peruntungan Portugal juga tidak berubah. Mereka membutuhkan perpanjangan waktu untuk menghempaskan Kroasia di babak 16 besar, Sabtu (25/6/2016), dan adu penalti guna menaklukkan Polandia di perempat final, Kamis (30/6/2016).

Santos pun tidak memungkiri rasa kecewa karena anak-anak asuhnya tidak mampu "membunuh" lawan dalam 90 menit.

"Ya, saya lebih menyukai cerita indah. Namun, di antara keindahan tetapi pulang ke Portugal atau tetap berada di sini dengan tampil buruk, saya memilih yang buruk," tutur Santos.

"Saya tidak merasa khawatir apabila kami menjadi itik buruk rupa. Terpenting adalah mencapai final dan memenanginya," kata sang juru taktik.

Semifinal Piala Eropa kali ini menjadi yang kelima untuk Portugal. Mereka bersanding dengan Perancis sebagai tim yang paling banyak tampil di babak empat besar.

Akan tetapi, rapor Portugal masih mengecewakan. Mereka menelan tiga kekalahan dalam empat semifinal sebelumnya.

Hanya pada edisi 2004, Seleccao mencapai partai puncak. Mereka takluk 0-1 dari Yunani sehingga gagal menjadi juara ketika itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber UEFA,BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kontroversi Piala Afrika: 8 Korban Tewas, Wasit, hingga Diskriminasi

Kontroversi Piala Afrika: 8 Korban Tewas, Wasit, hingga Diskriminasi

Internasional
Ketika Sean Gelael Tegur Jerome Polin soal Pebalap Indonesia...

Ketika Sean Gelael Tegur Jerome Polin soal Pebalap Indonesia...

Sports
Lee Zii Jia: Berseteru dengan BAM, Dilarang Berkompetisi 2 Tahun, Kini Diizinkan Jadi Profesional

Lee Zii Jia: Berseteru dengan BAM, Dilarang Berkompetisi 2 Tahun, Kini Diizinkan Jadi Profesional

Badminton
Persita Vs Persija Jakarta, Andritany Sadar Tim Sedang Tidak Baik-baik Saja

Persita Vs Persija Jakarta, Andritany Sadar Tim Sedang Tidak Baik-baik Saja

Liga Indonesia
Diterapkan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia, Apa Itu Inverted Full-back?

Diterapkan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia, Apa Itu Inverted Full-back?

Sports
Buntut Tragedi Berdarah di Stadion, Venue Perempat Final Piala Afrika Dipindahkan

Buntut Tragedi Berdarah di Stadion, Venue Perempat Final Piala Afrika Dipindahkan

Internasional
Pengalengan, Calon Lokasi Pelatnas Atletik Indonesia

Pengalengan, Calon Lokasi Pelatnas Atletik Indonesia

Sports
PB PASI dan Kementerian PUPR Kerja Sama Pengembangan Atletik di Indonesia

PB PASI dan Kementerian PUPR Kerja Sama Pengembangan Atletik di Indonesia

Sports
Lolos ke Semifinal Australia Open, Rafael Nadal Dituding Dibantu Wasit

Lolos ke Semifinal Australia Open, Rafael Nadal Dituding Dibantu Wasit

Sports
Faktor yang Paling Berpengaruh dalam Gerakan Sikap Lilin

Faktor yang Paling Berpengaruh dalam Gerakan Sikap Lilin

Sports
Target Balotelli Usai Dipanggil Timnas Italia Lagi Setelah 3 Tahun

Target Balotelli Usai Dipanggil Timnas Italia Lagi Setelah 3 Tahun

Liga Italia
Pengembangan Atletik di Indonesia Hadapi Tantangan Covid-19

Pengembangan Atletik di Indonesia Hadapi Tantangan Covid-19

Sports
Sepakat dengan Fiorentina, Juventus Siap Tebus Dusan Vlahovic Rp 1,2 Triliun!

Sepakat dengan Fiorentina, Juventus Siap Tebus Dusan Vlahovic Rp 1,2 Triliun!

Liga Italia
Ada Fokus Atletik di Indonesia Menjadi Industri

Ada Fokus Atletik di Indonesia Menjadi Industri

Sports
Selangkah Lagi Membelot ke Juventus, Vlahovic Diteror Fans Fiorentina

Selangkah Lagi Membelot ke Juventus, Vlahovic Diteror Fans Fiorentina

Liga Italia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.